SOCIOPRENEUR CAMP (SPC) 2018 BANGUN JIWA KONTRIBUTIF GENERASI MUDA INDONESIA

0
34

Semarang, Sinar Pos

Perkembangan teknologi dan informasi memberikan sentuhan budaya baru di masyarakat, hingga tercipta pola pemberdayaan masyarakat ke arah proses akselerasi dengan cakupan ekspansi lebih luas. Namun, minimnya pengetahuan dalam bidang pemberdayaan masyarakat menyebabkan generasi muda kurang mampu memanfaatkan kemajuan teknologi dalam bidang pemberdayaan. Hal ini menjadi tantangan bagi Indonesia untuk membentuk pemuda berjiwa pemimpin berjiwa kontributif dan mampu memanfaatkan kemajuan teknologi informasi.

Menjawab tantangan tersebut dan sebagai salah satu solusi membantu Indonesia mewujudkan negara ideal, pada Jumat (03/08) hingga Selasa (07/08), Beastudi Indonesia Dompet Dhuafa menghelat Sociopreneur Camp (SPC) 2018 yang diadakan di Semarang, Jawa Tengah.

SPC 2018 merupakan perhelatan tahunan yang mengundang beragam tokoh nasional guna membangkitkan keberanian para pemuda dalam menggapai mimpi mereka. Dihadiri 144 mahasiswa Penerima Manfaat (PM) Beastudi Etos dari 17 Perguruan Tingi Negeri (PTN) di seluruh Indonesia, SPC 2018 digadang-gadang menjadi ajang yang tepat untuk menumbuhkan semangat sociopreneur dikalangan para pemuda.

SPC tahun ini mengusung tema ‘The Future Sociopreneur Leaders’ dan mengedepankan beragam kegiatan mumpuni seperti Inspiring Leadership Talk dengan tema “Model Kepemimpinan di Era Milenial”. Sesi ini akan menghadirkan Zulkifli Hassan (ketua MPR RI), Bambang Widjojanto (Wakil ketua KPK 2011-2015 dan pendiri Indonesia Corruption Watch), Bambang Suherman (Direktur Mobilisasi ZIS Dompet Dhuafa) dan Sudirman Said (Menteri ESDM 2014-2016).

Talkshow Gerakan Pemberdayaan di Era Milineal dengan pembicara Fahd Pahdepie (penulis), Wahyu Aji (CEO Good News From Indonesia) dan Hakam el Farizi (CEO bawaberkah.org)Training dan Workshop Inovasi Pemberdayaan oleh Baban Sarbana (CEO & Founder Yatim Online) , Training Karir dan Camp Merencanakan Karir Menghadapi Era Globalisasi oleh Fatchuri Rasidin (GM Human Capital Dompet Dhuafa), Gala Dinner bersama wakil Walikota Salatiga dan Team Building bersama YONIF Banteng Raider Semarang.

“Terdapat tiga tujuan utama yang kami harapkan dengan pelaksanaan SPC tahun ini. yakni Membangun pemahaman dan wawasan generasi muda mengenai optimalisasi pemberdayaan diri melalui kemajuan teknologi dan informasi, mempersiapkan pemimpin masa depan yang berjiwa kontributif , dan membangun serta menguatkan jaringan strategis kepemimpinan sosial”. Ujar Fherdes Setiawan, Manajer Beastudi Etos Dompet Dhuafa Pendidikan.

Selama enam hari para peserta SPC tak hanya akan mendapatkan materi yang dapat menambah pengetahuan mereka tentang sociopreneur. Rangkaian acara SPC juga menjadi ajang membangun dan mempererat jaringan bagi para peserta yang berasal dari berbagai PTN di Indonesia.

“Diharapkan setelah mengikuti SPC 2018 para peserta mampu mengaktualisasikan serta mengimplememntasikan ilmu yang didapat di kehidupan sehari-hari sehingga mampu membangun negeri ini.” Tutup Fherdes.  (AR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here