GUNUNGAN KRIPIK RAKSASA NGAWI, TEMBUS REKOR MURI

0
52

NGAWI, SINAR POS

Dalam rangka HUT Kabupaten Ngawi ke-660 Kabupaten Ngawi memperkenalkan hasil bumi hortikultura maupun sentra industri rumahan di pasar lokal maupun nasional

Pemerintah Daerah sengaja menggelar arak-arakan gunungan hasil bumi yang jumlahnya ribuan serta gunungan raksasa aneka keripik. Pagelaran ribuan arak-arakan gunungan tersebut tujuanya tidak lain untuk memecahkan rekor dan mencatatkan di Museum Rekor Indonesia (Muri) 2018.

Gunungan hasil bumi berupa sayur mayur jumlahnya mencapai 1.219 gunungan yang diikuti 24 peserta plus gunungan raksasa aneka keripik setinggi 9 meter dan lebar 5 meter.

Arak-arakan gunungan yang dikemas kedalam tema ’96 Jam Bersama Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja (DPTK) Ngawi’ menyajikan beberapa kegiatan mulai Festival Kuliner ke-6, Festival Getuk 2018 dan Ngawi Furniture Fair terhitung mulai 25,26,7 dan 28 Juli 2018. “Kita ingin memecahkan rekor Muri untuk jumlah gunungan hasil bumi terbanyak dan gunungan raksasa berbahan aneka keripik. Mengingat Ngawi sebagai kabupaten pesohor penghasil industri keripik selama ini,” terang Yusuf Rosyadi Ketua Panitia Kegiatan 96 Bersama DPTK Ngawi, Rabu, (25/07).

Ia menambahkan, Untuk Festival Kuliner ke-6 yang diikuti 40 pedagang lokal akan memperkenalkan 25 jenis makanan dan 15 jenis minuman khas Ngawi.

Sedangkan Festival Getuk tidak mau kalah bakal dimeriahkan pedagang tradisional dari18 pasar. Terakhir, pameran Ngawi Furniture Fair yang dimeriahkan 40 pengusaha Industri Kecil Menengah (IKM) dari Ngawi maupun daerah tetangga. “Semua yang kita sajikan pada kegiatan ini tidak lain untuk lebih memperkenalkan ke level nasional bahwa Ngawi sangat kaya dengan semua ragamnya. Baik hasil bumi maupun sentra industri kecil lainya,” ungakap Yusuf Rosyadi.

Sementara Bupati Ngawi, Budi Sulistyono mengapresiasi kegiatan 96 Jam Bersama DPTK Ngawi yang mampu menyedot animo warga masyarakat lokal maupun manca Negara. Kata Kanang sapaan akrab Bupati Ngawi, Pemecahan rekor Muri 2018 untuk arak-arakan gunungan bukan sekedar dari jumlah yang disuguhkan melainkan memperkenalkan kembali produk lokal baik makanan dan kerajinan untuk pasar nasional. “Iya bukan jumlah yang kita pamerkan tetapi penekananya pada pasar nasional. Dimana hasil makanan dan kerajinan lokal Ngawi ini mampu bersaing secara kompetitif lagi jangan hanya sebatas terus di level daerah” Ungkap Kanang (lies)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here