Ditjen AHU Sosialisasikan Aplikasi Layanan Kewarganegaraan Online

0
50

Jakarta , Sinar Pos

Guna memudahkan perolehan Status Kewarganegaraan, Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) kembali mengeluarkan inovasi Layanan Kewarganegaraan berbasis online.

Inovasi tersebut disosialisasikan melalui Focus Group Discussion (FGD) Layanan Kewarganegaraan antara Direktorat Tata Negara bekerja sama dengan Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Nusa Tenggara Barat.

FGD dilakukan untuk mewujudkan persamaan persepsi dan sinergeritas antarstekholder yang berkaitan dengan masalah pewarganegaraan dan kewarganegaraan.

“Kewarganegaraan merupakan elemen penting bagi terbentuknya masyarakat dalam suatu negara, dan merupakan hak dasar konstitusional yang diatur di dalam Undang Undang Dasar (UUD) 1945 serta menjadi salah satu hak yang harus dilindungi dan dijunjung tinggi,” kata Kanwil Kemenkumham Nusa Tenggara Barat, Selvial Akmilik, saat membuka acara FGD Layanan Kewarganegaraan, di Golden Palace Hotel Lombok, Mataram.

Selvial menambahkan dengan dasar Undang-undang Nomor 12 tahun 2016 tentang kewarganegaraan Republik Indonesia dan Peraturan Menteri Hukum dan HAM (Permenkumham) Nomor 47 tahun 2016 tentang tata cara permohonan status kewarganegaraan secara elektronik, diharapkan menjadi tercipta layanan yang efektif kepada masyarakat.

“Permen tersebut digunakan sebagai perwujudan pelayanan yang efektif, efisien, yang sesuai dengan perkembangan teknologi dalam era globalisasi sekarang ini,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Tata Negara Kartiko Nurtyas menegaskan bahwa inovasi aplikasi pewarganegaraan berbasis online ini diharapkan dapat mempermudah pelayanan permohonan kewarganegaraan yang ada di Ditjen AHU.

Dengan memanfaatkan teknologi informasi, masyarakat dengan mudah mengajukan permohonan kewarganegaraan, dengan SK yang ditandatangani oleh Direktur atas nama Menteri Hukum dan HAM.

Permohonan juga bisa dicetak sendiri tanpa harus mendatangi kantor wilayah setempat atau Kantor Kementerian Hukum dan HAM.

“Aplikasi ini sangat mudah di mana pemohon cukup dengan di depan laptop atau komputer saja permohonan yang dimohonkan dapat diakses” ucap Kartiko.

Mantan kepala Divisi Pelayanan Hukum kanwil Jawa Timur ini menambahkan bahwa dengan inovasi ini, diharapkan semakin banyak masyarakat dapat memahami pentingnya status warga negara dan menjadi semakin mudah dalam mencari informasi tentang Status Kewarganegaraan.

Kartiko juga menjelaskan bahwa semua data yang dimohonkan melalui aplikasi ini dijamin tingkat keamanannya dengan menggunakan sistem QR barcode.

“Dengan menggunakan sistem QR barcode maka pengaman data dan akuratnya sebuah Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan HAM,” tutup Kartiko.

(adv/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here