International Seminar & Workshop

0
110

SURABAYA, SINAR POS – Universitas Tujubelas Agustus (UNTAG) dan sejumlah Universitas melaksanakan seminar internasional dan Workshop di Hotel Sahid Surabaya Selasa dan Rabu (17-18 Juli) dengan Tema Knowledge Vs Librarian Skill Supporting Library & institution Accreditation.

Sriwahyu Hastarini, Pustakawan di dinas Perpustakaan Provinsi Jatim, menyatakan,  Dirinya  ditugaskan oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan kearsipan Prov. Jatim, untuk mengisi materi sesuai permintaan panitia tentang  akreditasi tentang perpustakaan, dan kami  sudah menyampaikan apa yang kami ketahui tentang  akreditasi tentang perpustakaan khususnya  Perguruan Tinggi (PT) sesuai audinsnya , sesuai dengan aturan perpustakaan nasional, sebagai penyelenggara akriditasi  bahwa yang sekarang 6 komponen,  tidak seperti tahun yang sebelumnya (9 komponen) dan sesuai yang saya sampaikan tadi, bahwa 6 komponen ini lebih spesifik lebih detail dan lebih dipahami oleh peserta. Ujarnya.

Kalau dijatim menurut kami provinsi, akreditasi berjalan setiap tahunnya mulai  awal tahun 2012 anggaran   selalu dari pihak APBN dari pusat itu berjalan lancar, Alhamdulillah hasilnya cukup memuaskan untuk provinsi sebagai laporan kepada  gubernur, sebagai dinas  perpustakaan sebagai laporan kepada gubernur dan  ada beberapa lembaga yang melaksanakan secara mandiri, jadi mereka mengeluarkan anggaran sendiri, tetapi mendatangkan asosiasi dari pusat,  hasilnya, kita positif semua di jatim  ,mayoritas hasilnya bagus katanya.

“Kami dari dinas perpustakaan dan kearsipan provinsi selalu menghimbau untuk perpustakaan di semua jenis di jatim, di saat ada kesempatan dari APBN silahkan segera mendaftarkan perpustakaannya yang terakreditasi  dan provinsi pasti akan melaksanakan pendampingan”.

Ditambahkan Sriwahyu Hastarini,  kompetensi  SDM nya sudah semakin bagus sampai sekarang, dan lembaga perpustakaan semua jenis, bahkan disemua perusahaan desa sudah lebih berkembang. Kedepannya kami berharap provinsi mendukung dari segi anggarannya  untuk pelaksanaannya akreditasi, jadi  setiap lembaga perpustakaan sebaiknya di akreditasi supaya tahu bagaimana secara standard perpustakaan tersebut berada. Provinsi mungkin menyediakan anggaran, tidak hanya berupa pendampingan  tetapi untuk pelaksanaannya juga. Jadi ada beberapa lembaga juga yang belum mempunyai kesempatan bisa di fasilitasi oleh provinsi tuturnya.

Sementara itu, Pelaksana dari UNTAG, Ketua penyelenggara Unang Puspohadi menyatakan,  acara ini diikuti  58 peserta, dengan tujuan  meningkatkan skill perpustakaan untuk bisa beradaptasi dengan knowledge nya pengetahuan yang ada supaya  perkembangan- perkembangan kan begitu pesat, apalagi didukung teknologi informasi, kemudian pengguna perpustakaan  sekarang cendrung tidak ke perpustakaan, tapi  larinya ke google, browsing sendiri, untuk merebut mereka kita harus bisa me-manage informasi itu, memanage pengetahuan knowledge tersebut, saratnya ,  perpustakaan harus punya skill yang tinggi, disini kami mengundang pakar-pakar itu untuk bisa memberikan pencerahan kepada kami, pustakawan yang ada disini, agar kami bisa memanage knowledgenya. Yang ada supaya bisa kami manfaatkan mendukung  lembaga kita dalam melaksanakan tridarma terutama dalam meningkatkan agritasi lembaga. Ujarnya.

Unang  berharap,  kedepan profesi  pustakawan ini tetap bisa eksis  karena di era embersiforfoinfo  ada ramalan bahwa dengan perkembangan teknologi  informasi, salah satu profesi yan g terancam punah adalah profesi  pustakawan karena ada kemudahan penelusuran informasi liwat google  dan sebagainya itu, dikuatirkan profesi pustakawan bisa disingkirkan, tapi kalau pustakawan itu bisa eksis, bisa lebih bisa melayani perpustakaan setingkat google itu tidak akan ditinggalkan pengunjung. Katanya.

Unang menambahkan, beberapa waktu yang lalu ikut studi banding dengan UII Yokja, secara kebetulan ketika mereka menggali  untuk membangun gedung perpustakaan, itu ketika menggali, eskavator  terantuk batu, ternyata setelah digali itu adalah candi, akhirnya gedung perpustakaan disandingkan dengan candi, kemudian disamping lokasi candi itu, didalam pepustakaan itu sendiri ada museum UII, jadi  museum perjuangan kampus UII ada, bagaimana  kendaraan pertama  Rektor  itu masih  berupa Kereta kencana, juga ditaruh di perpustakaan,  kemudian  peralatan di perpustakaan masa lalu mesin ketik  ditaruh di museum UII, jadi  UII itu gabungan dari Musium, Arsip dan Perpustakaan UII yogja tutur Unang  Puspohadi. (Nwi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here