Upaya Puluhan Pegawai Pencatat Meteran PLN Kediri Menuntut Keadilan

0
305

Surabaya, Sinar Pos

Suasana Pengadilan Tata Usaha Negara ( PTUN ) Surabaya mendadak ramai. Hal ini di sebabkan oleh kehadiran lebih kurang 43 pegawai pencatat meteran PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur Area Pelayanan Dan Jaringan Kediri yang menuntut hak mereka di tunaikan sebagai pegawai tetap di PT. PLN (Persero) Kediri.

Sejak tahun 1996 mereka telah bekerja di PT. PLN (Persero) dengan PKWTT ( Perjanjian Kerja untuk Waktu Tidak Tertentu ).  Mereka rutin bekerja  mencatat meteran warga dari rumah ke rumah saat listrik di rumah rumah masih menggunakan sistem manual / pasca bayar.

Kini listrik di rumah rumah warga menggunakan listrik pulsa yang tidak perlu di catat oleh petugas pencatat meteran lagi. Namun hingga kini mereka para pegawai pencatat meteran yang telah bekerja belasan hingga puluhan tahun belum juga diangkat menjadi pegawai di lingkungan PT. PLN (Persero) Kediri.

Usia mereka sudah tidak muda lagi. Perjuangan menuntut hak yang terus mereka lakukan sudah sejak lama. Beberapa dari rekan mereka ada yang sudah meninggal dunia. Ada juga yang rumah tangganya sampai bubar tercerai berai. Juga ada yang buta kedua matanya akibat mengalami kecelakaan pada saat bekerja dan tidak memiliki biaya perawatan karena statusnya yang tidak lagi di akui sebagai pegawai PT. PLN ( Persero ) Kediri.

” Saya mengetuk hati nurani PLN untuk menunaikan hak kami diangkat menjadi pegawai tetap di lingkungan PT. PLN ( Persero). Saya bersama rekan yang lain telah bekerja sungguh sungguh sebagai petugas pencatat meteran di rumah rumah warga. Hingga mata saya menjadi korban saat bekerja. Awalnya mata kanan saya yang buta total namun sedangkan yang kiri masih bisa melihat. Namun karena gaji saya di stop akibat tidak diakui sebagai pegawai PLN saya tidak mampu lagi menghidupi istri dan ke tiga anak saya serta tidak mampu membayar biaya perawatan mata saya yang sebelah kiri, hingga mata saya kini keduanya mengalami kebutaan total,” ucap Lely Mulya Hidayat (42).

Sementara itu menurut Sugeng (40) koordinator aksi mewakili rekan rekan sesama pegawai pencatat meteran dirinya bersama puluhan pegawai pencatat meteran PT. PLN Kediri akan terus berjuang supaya PT. PLN tergerak hati nurani nya menunaikan hak mereka diangkat menjadi pegawai tetap di lingkungan PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur Area Pelayanan dan Jaringan Kediri.

” Tidak ada alasan bagi PT. PLN ( Persero) Kediri untuk tidak mengangkat kami menjadi pegawai tetap, meskipun kami tidak lagi sebagai pegawai pencatat meteran kami bersedia di tempatkan sebagai tenaga cleaning service atau satuan pengamanan (satpam) atau di bagian lain yang kiranya dapat kami lakukan. Secara syarat administrasi sesuai dengan Undang Undang dan peraturan yang berlaku saat ini, sudah cukup lengkap untuk mengangkat kami sebagai pegawai tetap, ” ungkapnya. (Frd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here