Fokus Group Discussion (FGD) Registrasi Peralatan/Alat Berat Konstruksi melalui Website

0
67

SURABAYA, SINAR POS –  Kementrian PUPR  menyelenggarakan Fokus Group Discussion (FGD) Registrasi Peralatan/alat berat konstruksi melalui website di Hotel Santika Primiere Gubeng Surabaya Selasa (10/7)

Kasubdit  yang membidangi  peralatan konstruksi  Kementrian P.U, Rusli, menyatakan , Registrasi alat berat ini tujuannya untuk mendata bisikan alat berat yang ada di Indonesia, seluruh provinsi, karena sampai sekarang yang datang  alat berat itu belum diketahui siapa pemiliknya, masing-masing pemilik itu punya alat berat apa saja, kalau  alat berat itu yang kita registrasi ini itu alat berat khusus untuk pekerjaan konstruksi saja. Kan banyak pekerjaan mining juga, perkebunan tidak, karena itu  alat-alat kita alat berat konstruksi, dan alat berat yang utama, yang kecil-kecil tidak, yang utama itu yang besar-besar, yang berat kan, kayak  art bagian daripada MP pendukungnya itu, ada  escafator, ada TR, ada finisher, ada dumptruck juga kan, pemadam, dozer, macam-macam itu ujarnya.

Jadi alat berat itu digunakan untuk pekerjaan jalan, pekerjaan jembatan  untuk alat angkat, crane, macam-macam yang dibutuhkan untuk pekerjaan konstruksi.

Untuk air juga dibutuhkan escafator yang long itu, jadi semua kontraktor yang bekerja dibidang konstruksi  harus menregistrasi alat beratnya,  tujuannya kita bisa punya data yang real, realtime. Dan bisa dilihat secara online, siapa pemiliknya, kondisi alat juga, nanti orang yang mau mencari alat bisa disitu, misalnya Bapak mau cari alat yang ada di Surabaya, bisa mencari disitu.

Alat itu tidak ada masa waktunya, yang penting alat itu layak pakai, layak produksi, jadi memang di undang-undang nomer  2/ 2017 tentang alat-alat konstruksi, kita lagi menyusun, menyiapkan peraturan pemerintah  khusus terkait alat berat ini ada disitu.,bahwa alat berat yang digunakan pekerjaan konstruksi, harus layak operasi dan produksi serta ter registrasi. Sekarang kita sudah mulai registrasi, sama kayak pekerja konstruksi harus punya sertifikat, sertifikat kompetensi (keahlian).

Nanti kontraktor tidak lagi bisa mempekerjakan pekerja yang tidak punya sertifikat, termasuk juga alat nanti. Alat yang digunakan oleh kontraktor, baik milik sendiri maupun sewa. Sewa itu punya rental, itu harus me registrasi juga, jadi perusahaan rental itu, alat apa saja, dia harus meregistrasi juga, disitu ada nomer faktur nomer mesin,  sekali aja tidak bisa double.

Sekarang sudah 24.000, kita mulainya tahun 2016. Kita sulit untuk mengajak kontraktor  meregistrasi, dia belum tersosialisasi, dia enggan, dia punya alat berapa, takut diketahui, kan bisnis. Tapi kita sudah atur di sistem aplikasi itu, kontraktor yang mengimput sendiri, bukan kita, kejujuran dia katanya.

Dia tidak boleh double, sekali aja, escafator ada 5, dia mengimput semua, tidak boleh lebih, karena ada nomer mesin, itu juga dia bisa mengimput sendiri, dia meng edit sendiri,  memindahkan sendiri alat itu, misal sekarang ada di sidoarjo, besok  pindah lagi ke Surabaya, dia pindahkan sendiri, dia punya pin  sendiri untuk buka, meng edit sendiri, buka sendiri,

Kita asosiasi  Aspal beton Indonesia,  ABI (Aspal Beton Indonesia), didaerah itu ada DPP nya, kita rencanakan setiap provinsi ada asosiasinya, alat berat, karena  AMPI itu punya alat, pendukungnya  dari 20 sampai 30 alat untuk AMP, klita punya  lebih kurang 900 AMP nasional,  yang terdaftar  di ABI  baru kurang  lebih 400.

Harapan Kita semua kontraktor, terbesar, menengah harus mempunyai alat, harus teregistrasi, satu persaratan  karena di peraturan pemerintah, turunan undang-undang itu, kita mensaratkan, bahwa alat yang digunakan pekerjaan konstruksi itu harus layak operasi dan produksi dan teregistrasi.sekarang lagi disiapkan payung hukumnya. Undang-undang  sudah jelas,  di nyatakan bahwa di pasal  83 itu bahwa setiap pengguna jasa dan lembaga  termasuk  penyedia jasa kontraktor dan institusi terkait, harus memberikan data dan informasi, dalam rangka pembinaan dan layanan. Pembinaan dan  layananitu tanggung jawab masing-masing daerah, harus menyediakan peralatan yang cukup untuk bekeja di bidang konstruksi, pemerintah daerah harus tanggung juga kan,  karena kepanjangan pusat.

Misalnya Pemerintah daerahnya  tanggung jawabnya untuk pembinaan dan layanan itu siapa, salah satunya harus menyediakan peralatan yang cukup untuk kerja di bidang konstruksi, pemdanya harus tanggung jawab juga. Karena kepanjangan pusat.  Karena daerah punya wilayah.

Makanya disitu system aplikasi itu  mulai aja sampai ini sudah kelihatan berapa, Jatim tadi sudah naik 2.400 unit lebih,  nanti kita harapkan target kita, karena alat itu, kalau lihat data kurang lebih 70.000 unit sudah  tersebar di seluruh Indonesia,  itu formasi dari distributor,  pertahun  dia jual berapa,  alat konstruksi, kalau kita tarik kebelakang  sekian  tahun, berarti alat itu sudah banyak di Indonesia, nah alat itu namanya tidak terpetakan,  aplikasi inilah kita  ingin petakan alat itu, dimana adanya, siapa pemiliknya, ya bukan kita ingin kontraktor itu punya alat untuk bekerja, dia bisa sewa  juga, tapi dia sewa perusahaan yang  sudah teregistrasi juga maksud saya, tidak bisa rental-rental  tidak teregistrasi, disaat menghitung, dia mengimput datanya itu merupakan inventarisasi dia juga, kan dia milik 10 alat saya  input, kontraktornya  salah kan, atau 200 alat dia input, karena data yang di flashdish sampai hilang, dia bisa lihat di aplikasi ini, merupakan gandaan dan dia bisa mencari alat, dia bisa lihat aplikasi sendiri, tapi dia tidak bisa lihat aplikasi orang lain. Aplikasinya seperti itu, di amankan. Tapi dia bisa mencari alat kontraktor ini, misalnya dia bekerja di jateng, dia  punya alat  di jatim, dia bisa sewa alat di jateng, nanti dia hitung, kalau saya mobilisasi alat saya disana berapa, kalau kita sewa berapa, mendingan dia sewa, alat saya disini kita sewakan, nah itu kan bisnis, informasi itu selama ini tidak pernah kita terlihat,  nah aplikasi inilah yang akan memberikan  informasi itu, disamping  itu misalnya kita butuh alat, bencana, cari alat Escafator sekian ratus, kita bisa cari, tidak jauh-jauh, cari yang terdekat, itu merupakan informasi yang sangat efisien. Mendekatkan  Penggunaan  yang sangat dibutuhkan. Kita ingin mitra itu, kalau dia sudah bekerja di bidang konstruksi, harus sama-sama, tidak bisa masing-masing, harus sama-sama, itulah tujuan kita supaya efisien. Tutur  Rusli  Kasubdit yang membidangi peralatan konstruksi  kementrian PU.(Nwi)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here