Bulan Bung Karno, Pemkot Blitar Gelar Aneka Peringatan

0
50

Kota Blitar, Sinar PosBulan Juni memiliki makna istimewa bagi Kota Blitar. Pada bulan kelahiran dan meninggalnya Proklamator Bung Karno, Pemerintah Kota Blitar menyelenggarakan berbagai kegiatan yang dibranding dengan nama Bulan Bung Karno. Kegiatan Bulan Bung Karno ditutup dengan Pagelaran Wayang Kulit di Kecamatan Sananwetan, Senin (2/7) malam. Mulai tanggal 31 mei dan tanggal 1 Juni diselenggarakan kirab bedholan pusaka, mocopat Pancasila, kemudian ada upacara grebeg pancasila serta festival lentera Pancasila.

Pada tanggal 6 Juni pada saat hari lahir Bung Karno diselenggarakan acara Brokohan Pancasila dan seminar serta diskusi tentang Pancasila dan Bung Karno. Termasuk pada tanggal 6 juni yang  lalu, Pemerintah Kota Blitar juga melaunching kampung Pancasila yang terletak di lingkungan Kelurahan Sentul. Tidak hanya itu, Pemerintah Kota Blitar pada tanggal 20 Juni juga menyelenggarakan haul Bung Karno yang dikemas dalam Kenduri 1001 Tumpeng dan dihadiri banyak menteri.

Pemerintah Kota Blitar terus berkomitmen menyelenggarakan kegiatan seperti ini karena dengan acara seperti ini berarti juga memberikan penghargaan, penghormatan, dan apresiasi yang tinggi kepada sejarah bangsa. ” Dengan berpartisipasi dan berkontribusi pada kegiatan – kegiatan bersejarah seperti ini berarti kita juga melaksanakan pesan Bung Karno untuk jangan sekali – kali meninggalkan sejarah atau jas merah”, jelas Wakil Wali Kota Blitar, Santoso.

Santoso menambahkan melalui momentum peringatan Bulan Bung karno ini masyarakat bisa mengekspresikan kecintaan dan rasa hormat kepada Bung Karno. Melepas rindu sejenak kepada Bung Karno yang sangat merakyat itu. ”

Banyak contoh konkrit, baik dari buku, cerita para pendahulu kita, maupun kesaksian para sesepuh di Kota Blitar yang pernah berinteraksi langsung dengan Bung Karno yang menunjukkan betapa pedulinya Bung Karno dengan rakyat kecil. Bahkan komunikasi antara Bung Karno dan rakyatnya terlihat sangat akrab bahkan seolah tanpa batas. Itulah salah satu alasan mengapa Bung Karno sangat dicintai rakyatnya”, jelas Wawali.

Kegiatan peringatan Bulan Bung Karno di Kota Blitar ini memang multidimensional. Ada kegiatan bernuansa religius, sosial, ekonomi, dan intelektual. Semua dilaksanakan dalam rangka mengenang dan meneladani perjuangan Bung Karno. Wawali mencontohkan agenda kenduri 1001 tumpeng yang rutin dikemas merakyat. Hasilnya, tumpeng tidak hanya disekitar Makam Bung Karno, tetapi tumpeng disediakan menyebar hingga di depan istana gebang.

“Tumpeng merupakan simbol kebersamaan, simbol gotong royong, dan simbol rasa syukur kita karena Republik Indonesia dianugerahi tokoh besar yaitu Bung Karno yang pemikiran dan karyanya melintasi zaman dan diakui di dunia internasional”, jelas Wawali.

Kegiatan peringatan Bulan Bung Karno berjalan sukses dengan membawa dampak efek positif domino (multiplier effect). Kegiatan – kegiatan peringatan berdampak memberikan pemasukan bagi masyarakat. Mulai dari hotel, restoran, katering, percetakan, dan usaha ekonomi kreatif lainnya di Kota Blitar merasakan dampak positifnya. Hal ini selaras dengan upaya dan misi ekonomi kreatif tanpa meninggalkan ekonomi kerakyatan.

Kegiatan tidak hanya yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Blitar tetapi juga dilaksanakan atas partisipasi masyarakat. Banyak kegiatan yang didorong Pemerintah Daerah, tetapi juga atas dasar kerja dan inisiatif masyarakat. Semua dilaksanakan dalam rangka memeriahkan dan memperingati jasa besar Bung Karno. Mengingat Kota Blitar dan Bung Karno saling tidak bisa dipisahkan. (Har)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here