Indonesia Impor 60 Persen dari Kebutuhan BBM-nya

0
69

SURABAYA, SINAR POS – Silaturrahmi  antara  PT Aberdeen Asset Management Dengan Perkumpulan ADPI Komda VI dan Halal Bihalal 1-Syawal 1439H di Hotel Bumi Surabaya Kamis 5 Juli 2018.

President Director Aberdeen Standart Investments, Dr. Omar S.Anwar mengatakan, ini acara Silaturrahmi antara PT Aberdeen Standart investments Indonesia dengan para nasabah-nasabahnya yang ada di jawa timur (jatim), dan ini adalah khusus untuk asosiasi dana pension Indonesia yang  di jatim, jadi sekalian pihaknya memberikan  market update, karena kuartalitas di pasar modal di capital market di dunia industri keuangan lagi bergejolak, dan  Rupiah  lagi melemah, kita ingin memberikan informasi bagaimana menyikapinya, siasat apa yang harus dilakukan dan juga apabila memang kuartalitas akan terus berlanjut, kalau kami pandangannya adalah ini saat yang tepat untuk perlahan-lahan membeli dan mengambil posisi supaya  nanti saat pasar berbalik lagi kita akan menikmati keuntungan, mudah-mudahan ujarnya.

Ada tiga hal sebetulnya yang pemerintah Indonesia untuk menyikapi, pertama kenaikan suku bunga yang ada di Amerika  serikat. Yang kedua adalah harga BBM yang meningkat, kalau tidak salah harga BBM 50 US Dollar per barel, tapi harga pasar sekarang sudah US$ 77.- atau US$ 72.- Ingat ya, Indonesia ini kita Impor 60% dari kebutuhan BBM kita, jadi harga di POM BENSIN itu adalah 60% dari harga yang sekarang, bukan harga yang di produksi oleh Indonesia, jadi apapun Harga pasar kita harus mencerminkan harga yang harga pasar juga di Pom bensin-pom bensin kita. Jadi itu harus kita sikapi, kemarin Pemerintah sudah menaikkan harga BBM di pom bensin Pom bensin seluruh Indonesia.

Yang terakhir adalah devisit transaksi berjalan yaitu account devisit kita masih negative, yang ini karena fundamentalnya Indonesia, terlalu banyak mengimpor daripada meng eksport, dan eksport kitapun adalah  80% sumber daya alam, jadi karena kita importnya lebih banyak daripada eksport dan eksportnya sumber daya alam, sumber daya alam sifatnya memang bersiklus, jadi inilah sebenarnya karakter dari ekonomi Indonesia, oleh karena itu upaya kita melemah. Jadi pertanyaannya bagaimana nanti kita harus meng siasatinya untuk dana pension-dana pension masih ada dana dalam posisi kas, ini saat yang tepat untuk pelan-pelan beli, mungkin tahun depan masih dalam kondisi kontraksi, tapi saat situasi berbalik, itu berbaliknya akan cepat sekali, saat kondisi berbalik, harga saham akan naik, pada saat itu kita mau beli, telat, membeli itu pada saat kita turun, jadi ini yang ingin kita sampaikan kepada nasabah-nasabah kami, katanya.

Tahun politik ini sesaat, karena kita Aberdeen standarts investments ini kita melihat secara fundamental, kita melihat perusahaannya, dan kita lebih mediumtime sama longtimes,  jadi bukan short time, kalau kita percaya fundamental ekonomi Indonesia memang kuat pertumbuhan kita diatas 5%, kita yakin insyaalloh, kita tidak terlalu parah dibandingkan Negara lain. Ucapnya.

Kalau di pilpres, siapapun yang terpilih, fundamental kita sudah membuktikan bahwa apapun dampaknya itu akan sebentar sekali, setelah itu pasar akan mencerminkan situasi yang normal kembali. Saatnya mengumpulkan dan membeli secara perlahan, karena sulit untuk kita membeli dan menebak nebak timing-timing  apa yang akan terjadi, jadi kita percaya pada Indonesia, pada saat harga lagi murah kita beli pelan-pelan,  pada saat pasar berbalik naik, ya saatnya kita gitu ucapnya.

Aberdeen hadir di 46 negara seluruh dunia, jadi dana yang dikelola dua kali lebih besar daripada APBN Indonesia, kita hampir sama dengan PDB-nya Indonesia yang kita kelola, tutur Dr. Omar S. Anwar. (Nwi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here