Sidang Gugatan Perdata Nomer ..976/pdt.g/2017/PN. Surabaya Agenda Menghadirkan Saksi, Di Duga Tidak Sesuai Dengan Putusan MA

0
56

Surabaya, Sinar Pos

Sidang gugatan perdata nomer….976/pdt.g/2017/pn. Sby tgl.5 Desember 2017. Di gelar di R Candra Pengadilan Negeri Surabaya. Sidang gugatan dari Pengugat Drs .Ec,Mulyanto Wijaya SH.di kuasakan oleh Amirul SH dan Dony Eko Wahyudi SH.

Tergugat satu Hairanda Suryadinata SH di kuasakan oleh Epifani Rahmad Junedi SH. Tergugat Dua Agus Hariyanto SH. Dalam persidangan yang di ketuai oleh Majelis Hakim Jihad SH,Mhum.Tergugat satu menghadirkan saksi yaitu Kwa Slamet Suryanda SH.

Dalam persidangan saksi menjelaskan bahwa terkait konsep perdamaian saya mengetahui karena saya yang membuat drafnya. Masalah uang yang masuk atau saya berikan senilai 15 juta saya tidak pernah menyerahkan, Tetapi keterangan saksi Kwa Slamet tidak sesuai apa yang tercantum dalam putusan Pengadilan  malah sebaliknya saksi mengetahui uang Rp 15 juta.

Saya tidak tahu persis tetapi Menurut Hairanda  yang bercerita ke saya bahwa uang yang di terima oleh Hairanda merupahkan uang yang masuk sebagai free jasa sebagai Advokat di mana Hairanda telah menyita waktunya untuk bekerja mendampingi perkaranya secara profesional.

Saya memang saksi pada perkara pidana, mengenai Hairanda sebagai Notaris saya tahu tetapi plakat notaris yang di pasang di kàntor Jalan HR Muhammad no 171 – 179 blok C-22 Komplek perumahan Surya Indah Inti Permata Surabaya.Dengan SK Menteri Kehakiman dan HAM RI no  C-13524.t.0301 tahun 2002 tanggal 21 Oktober 2002.

Saksi hanya mengetahui papan plakatnya saja mengenai jabatan yang di lepas saya tidak tahu”Jelas saksi di persidangan. Sayangnya keterangan saksi Kwa Slamet Suryanda SH, tidak sesuai apa yang ada terungkap  di dalam putusan pengadilan negeri sebelum pertimbangan hakim pengadilan negeri surabaya no:3121/pid.b/2014/ pn sby hal.29 berbunyi sbb:bahwa rangkap jabatan advokat dan notaris tidak perkenankan uu jabatan notaris “.Jelas saksi.

Sedangkan  pada Halaman 22 point pertama yaitu “Bahwa benar perdamaian tersebut di buat oleh saksi ( Kwa Slamet Suryanda SH ) dan Hairanda.  Atas pertimbangan Hakim  pada halaman 29 diantaranya, Menimbang dalam perkara yang di alami oleh Drs.Ec ,Mulyanto Wijaya SH, tersebut Terdakwa selaku Pengacara  telah meyakinkan saksi Drs,Ec ,Mulyanto Wijaya SH,agar kasus penganiayaan di alami oleh Drs,Ec ,Mulyanto Wijaya SH.dapat di hentikan atau Sp3 namun kenyataannya dalam beberapa waktu terhadap Sp3 saksi Drs,Ec,Mulyanto Wijaya SH ,bersama istri  telah di terbitkan oleh Polrestabes Surabaya,setelah adanya perdamaian yang di lakukan tanpa bantuan oleh terdakwa (Hairanda Suryadinata SH ).

Dan putusan ini di perkuat lagi nomer 619/L/Pid/2016 Mahkamah Agung pada tanggal 27 Juli 2016 .yaitu pada halaman 32  point ke 4 diantaranya bahwa sehingga  saksi korban akhirnya  bergerak hatinya dan terpedaya menyerahkan uang kepada terdakwa seluruhnya berjumlah sekitar Rp 150 juta dengan harapan perkara saksi korban dapat di Sp3 walaupun akhirnya benar perkara terdakwa  di Sp3 ,tetapi hal tersebut terjadi karena upaya saksi korban sendiri yang telah melakukan penyelesaian secara kekeluargaan dan perdamaian  dengan pelapor penganiayaan .bahkan ternyata  terdakwa sama sekali tidak pernah mendampingi dan memberikan bantuan hukum kepada saksi korban pada saat proses pemeriksaan di kepolisian.

Dalam gugatannya pengugat mengajuhkan kerugian in materil dan materil dengan ke rugian yang dialami oleh pengugat senilai Rp 150 juta dll. Sampai berita ini naik pihak tergugat 1 dan trrgugat 2 belum di konfirmasi*rhy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here