Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan XVI

0
57

SURABAYA, SINAR POS – RSUD. Dr Soetomo Surabaya Divisi THT-KL  menyelenggarakan acara Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan dibidang Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok  Bedah Kepala dan Leher  ke XVI di Hotel  Bumi Surabaya Sabtu – Minggu (30/6 – 1/7).

Dr Haris Mayagung Eko Rini Sp THT-KL (K) mengatakan, Vertigo itu dari bidang Neoro juga, bidang THT juga, karena organ keseimbangan  itu ada di THT. Artinya telinga dalam itu terdiri dari organ pendengaran dan organ keseimbangan, dan sekitar 70 sampai 80 persen pasen vertigo itu asalnya dari THT dari gangguan keseimbangan di vastibular  THT tadi, yang 20 sampai 30 persen di sentral (otak), bagian dari syaraf, tapi bagian yang 70 sampai 80 persen itu di bagian kami, sehingga melakukan diagnoses terapi pasen vertigo dan kami juga mengajarkan untuk anak didik yang dokter umum, bukan yang spesialis THT. Dokter umum pun bisa melakukan tapi kompetensinya tidak seberat  yang dokter spesial

 

Kalau kita berbicara vertigo, ini kita melihat dulu vertigo itu disebabkan oleh apa, saya bicara untuk vertigo  yang dibidang kami, kalau ada vertigo dibidang kami itu bukan karena lingkungan atau pola hidup, tidak, tapi penyebabnya yang pertama, tadi saya lakukan saya diagnosis BPPV (Be nine posisional parogsisme vertigo) vertigo yang disebabkan karena  perubahan posisi  kepala yang tiba tiba. Selebihnya, jadi ada BPPV dan non BPPV, yang  non BPPV itu bisa jadi karena infeksi virus yang disebut neoronitis vestibular,  bisa juga labirinitis yang terkena labiri bisa juga penyakit miniar, miniar itu penyakit vertigo tetapi disertai gangguan pendengaran, jadi  bukan karena lingkungan, bisa jadi karena virus. Tapi karena bisa penyebab yang lain. Katanya.

The BPPV itu namanya the brees  otokonia itu yang calsium  carbonat itu lepas, jadi bukan karena salah tidur, tapi misalnya dari tidur ke bangun, kan tiba-tiba, ada gerakan kepala yang mendadak itu bisa mencetuskan vertigo, itulah yang bagian dari kami. Bisa juga tuli  mendadak, kemudian vertigo, itu bagian dari kami, jadi kami diagnusis dulu, kalau itu bagian dari kami, kami yang menangani, tapi kalau bagian dari syaraf, ya kami kirim ke syaraf. Ucapnya.

Kalau telinga yang mendengung itu tenitus, tenitus itu bisa bersamaan dengan vertigo, dia juga bisa berdiri sendiri, jadi kita tidak bisa meng- ajust, oh ini vertigo disertai tenitus,tidak, bisa jadi vertigo sendiri, bisa jadi tenitus atau dengung sendiri, bisa terjadi kedua-duanya pada satu pasen.

Kalau vertigo disebabkan BPPV  berobat  ke dokter THT, 90 persen bisa sembuh, kita lakukan reposisi seperti yang tadi, tapi misalnya labirinitis, itu infeksi yang mengenai labirin atau organ pendengaran maupun organ keseimbangan   vertigonya bisa sembuh, tetapi  bisa terjadi  ada gejala sisa, itu yang dengan latihan tadi, latihan vertigular  labiritas terapi, terapi dengan obat, ada pendengarannya, ada vertigonya, kemudian misalnya tidak sembuh, ya dengan vastigular, dengan latihan,

Vertigo, makin tua makin sering, usia produktif tapi makin tua, lebih dari 60 tahun itu akan makin sering, makanya latihan itu sebaiknya dimulai sejak awal, misalnya latihan senam taichi, itu saat umur 40 itu latihan bagus, menari, seperti  line dance, menari  menggerakkan semua tubuh bagus itu,

Kalau BPPV tidak bisA dihindari, tapi kalau ini kita topiknya geriatric, dari muda sebaiknya latihan. Saya punya pasen umurnya 72 tahun,  perempuan, dia mengeluh vertigo, tapi dia latihan dansa dengan suaminya sejak muda, tapi sejak 2 tahun terakhir dia masih jejek, dirawat.latihan  misalnya pelaut, sejak muda dia dilatih, biar kena ombak besar dia tidak goyang, dilatih, menggerakkan semua organ, taichi, yoga.

Setiap bulan ada 20 – 30 pasen vertigo, dengan penyebab yang bermacam macam, datang ke polinya tutur Dr Mia M. Eko Rini SP THT KL(K).(Nwi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here