Bekraft Developer Day 2018 Surabaya

0
47

SURABAYA SINAR POS – Bekraft – Sebutan sebagai Kota Digital atau Smart City Layak disematkan untuk kota Surabaya. Pelayanan  Publik  dengan sistem online melalui aplikasi dan web, iklim industri digital ditandai dengan bermunculannya produk start art unggulan serta menjamurnya  c0-working space dan komunitas kreatif digital menjadi alasan utama penobatan tersebut.

Tak heran jika Badan Ekonomi Kreatif (Bekraft ) melalui Deputi Infrastruktur selalu menjadikan Surabaya sebagai salah satu tuan rumah penyelenggaraan Bekraft Developer Day (BDD) dalam tiga tahun terakhir. Termasuk pada Minggu (1/7) di Hotel JW Marriot Surabaya . Animo yang tinggi dari para Developer dan calon developer mengikuti  BDD terlihat dari jumlah peserta yang selalu melebihi dari 1000 orang.

“Hal tersebut menunjukkan antusiasme  warga  untuk upgrade skill. Sehingga diharapkan akan muncul talenta-talenta baru dari kota Surabaya,” ucap Deputi  Infrastruktur  Bekraft  Hari Sungkari.

Hari melanjutkan sebanyak 654 Developer Surabaya yang terpilih dari pelaksanaan BDD sebelumnya, sedang mengikuti bimbingan secara online melalui Platform Decoding Academy. Program beasiswa tersebut kembali dibuka untuk peserta BDD Surabaya tahun ini. Upaya tersebut merupakan bentuk intervensi  pemerintah agar bermunculan produsen-produsen baru di sektor  game dan aplikasi yang berkualitas untuk berperan  dalam menggerakkan perekonomian nasional  melalui ekonomi kreatif digital. Apalagi, nilai industri game tanah air sudah menembus angka kisaran 800 juta dollar AS atau sekitar  Rp 11 triliun pada tahun 2017 dan diperkirakan akan mengalami peningkatan sebanyak 25 persen  tahun ini.

BDD Surabaya ini merupakan  yang ketiga kalinya digelar pada tahun 2018. Sebelumnya, kota Jayapura (6/5) dan kota Batam (26/3) dipilih sebagai tuan rumah. Sejumlah pembicara yang menjadi rockstar ekonomi kreatif digital tanah air akan hadir untuk menginspirasi  dan memberikan bimbingan teknis kepada para peserta  seperti CEO Educa Studio Andi Taru. Bersama Educa Studio, Andi yang sudah melahirkan 200 lebih game dengan total unduh lebih dari 20 juta kali ini menilai penting even seperti BDD untuk menciptakan sinergi dan Kolaborasi antar developer, sehingga akselerasi pengembangan ekonomi kreatif  digital Surabaya bisa terwujud.

“Menjadi momentum untuk partisipasi pemuda pemudi  Surabaya dalam mengembangkan ide idenya  dalam wujud kreasi digital yang memiliki value dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ujar Andi yang juga  menjabat sebagai Deputi Edukasi  Asosiasi  Game Indonesia (AGI) ini.

Seperti halnya BDD Jayapura dan Batam, Bekraft juga menggandeng  Dicoding  Indonesia untuk menyelenggaraka even ini yang didukung Asosiasi Game Indonesia. Dicoding Elite, Google Developer Expert, Intel  Innovator, Komunitas  ID-Android, Samsung Developer Warrior, dan perusahaan  teknologi lainnya di Indonesia. (Nwi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here