PATUNG ‘GADING GAJAH PURBA’ AKAN HIASI PEREMPATAN KARTONYONO

0
69

NGAWI SINAR POS – Sebuah Tugu di perempatan yang dikenal oleh masyarakat TUGU KARTONYONO yang berada tepat ditengah antara perempatan Jalan Ahmad Yani, PB Sudirman, Basuki Rahmad dan Yos Sudarso mulai dibongkar, Sabtu, (29/06) untuk kembali dibangun dengan design yang baru.

Hal itu seperti yang diungkap oleh Hadi Suroso, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (DPU BMCK) Kabupaten Ngawi, kepada wartawan menjelaskan pembongkaran tugu yang telah dibangun sejak era 80-an tersebut, tepatnya tugu tersebut telah berusia kurang lebih 34 tahun.

“Oh ya benar, tugu itu akan dibongkar akan diganti lagi dengan wajah baru yakni bentuk gading menjuntai,” ungkapnya,

Design baru Tugu Kartonyono itu nantinya berbentuk gading gajah dengan posisi menjuntai keatas berlatar manusia purba yang ditopang dengan tujuh trap.

Design baru iti adalah karya besar dari Triyono, seorang arsitektur asli Ngawi yang memenangkan polling design arsitektur tugu dan telah menyingkirkan 27 designer lain.

Desain Triyono terpilih sebagai pemenang polling dari 5 karya arsitek lainya yang masuk dalam 5 besar.

“Jumlahnya yang mengirim desain itu sekitar 28 gambar dari para arsitek. Namun kita ambil 5 besar dan ternyata desain Mas Triyono inilah yang terpakai nantinya sesuai hasil polling,” terang seorang staf Dinas Tata Ruang di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ngawi.

Konsep gading yang menjuntai keatas filosofinya sebagai simbol rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan melambangkan sesuai visi Kabupaten Ngawi dimana Ngawi Sejahtera, Berakhlak Berbasis Pedesaan Sebagai Barometer Jawa Timur.

Sedangkan tujuh trap sebagai penopang gading gajah itu sendiri bermakna universal antara lain, menanggulangi kemiskinan secara terpadu dan berkelanjutan, meningkatkan pelayanan dasar bidang pendidikan dan kesehatan yang berkwalitas dan berdaya saing.

Selain itu, meningkatkan kwalitas insfrastruktur sesuai daya dukung lingkungan dan fungsi ruang dan beberapa lagi makna sesuai jumlah trap yang ada.

Seperti diketahui Tugu Kartonyono dibangun sekitar tahun 1983 yang sebelumnya berada di pertigaan. Ketika jembatan Dungus dibangun menuju ke timur jalur Ngawi-Caruban maka tugu tersebut berubah total menjadi Perempatan Tugu Kartonyono.

Untuk nama Kartonyono adalah sebuah narasi tentang keberadaan rumah Bapak Kartonyono yang tidak lain seorang kepala desa Margomulyo sebelum berubah menjadi kelurahan. (Lies)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here