Pelantikan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Agama Surabaya Serta Halal Bihalal

0
75

SURABAYA SINAR POS –  Pengadilan negeri  Agama Surabaya  melantika Wakil Ketuanya sekaligus adaka Halal Bihalal di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya Jum’at  (29/6).

Dr. H. Suhadak SH MH  Ketua Pengadilan agama Surabaya. Menjawab pertanyaan wartawan tentang perceraian di Surabaya, Perkara yang masuk per tahun 8000 kalau perceraian 80 persennya. Dikarenakan  pernikahan dibawah umur kemudian bercerai, yang mendominasi, Alhamdulillah di Surabaya turun, ini rata rata di Surabaya utara,  dekat Madura, pernikahan dini, akibat itu kemudian cerai dikarenakan gangguan pihak ketiga,  kemudian ekonomi. Untuk gangguan pihak ketiga, kalau di Surabaya ini kan masyarakatnya  majemuk, ekonominya ruwet kayak begini, ujar Suhadak.

Ditambahkan Suhadak masalah lainnya, perselingkuhan, kurang saling percaya diantara keduanya kemudian bercerai, Cuma yang mengajukan cerai ke pengadilan agama itu tidak semuanya cerai, didamaikan dulu, di mediasi dulu, cerai itu jalan terakhir.

Asas peradilan cepat, sederhana  dan biayanya ringan sehingga  untuk biaya perkara tidak dimahalkan supaya masyarakat yang tertindas itu bisa mencari keadilan dan itu dipengadilan agama Surabaya bisa. Dari tahun ke tahun meningkat, kenapa, tapi maklum karena pemahaman masyarakat dari tahun ke tahun mengerti  haknya, sehingga dia mengajukan cerai.

Karena yang dilantik Mantan dirjen Pengadilan agama, maka banyak yang dari Jakarta hadir dalam acara ini, sekitar 300 orang. Bahkan Pak Dirjen hadir di acara ini.

Foto : Kanan Dr.H. Suhadak,SH.MH Ketua Pengadilan Agama Surabaya, Kiri : H.Achmad Hanipah,SH.MH Hakim Tinggi

Himbauan kepada masyarakat, kalau berperkara di pengadilan agama itu sendiri, tidak liwat calo, sebab kita jamin integritas di pengadilan agama saya Surabaya itu bebas korupsi, jadi tolong jangan berperkara liwat calo, murah , karena kalau liwat calo tidak bisa di peridiksi. Tutur Dr. H. Suhadak.

Sementara itu, Hakim tinggi Pengadilan tinggi agama Surabaya, H. Ahmad Hanifah  MH SH, di acara ini sebagai humas, menyatakan, acara ini pelantikan wakil ketua pengadilan tinggi  Agama Surabaya, yang di jabat oleh  Dr. H.Abdul Manap MM yang sebelumnya sebagai Dirjen Badan Pengadilan Agama, jadi salah satu di mahkamah agung itu badilah (Badan Peradilan Agama), sekarang di jabat oleh Dr. H. Acok Nur MH, dirjen yang baru, yang sebelumnya DR.H. Abdul Manap MH, yang sekarang menjadi  wakil ketua Pengadilan tinggi agama Surabaya menggantikan Dr H. Arif S.  Sementara ketua pengadilan tinggi agama Surabaya adalah Dr H. Muhammad Runnisa SH MH, acara hari ini pelantikan dirjen tersebut, tetapi karena kehadiran  Dirjen Dr. H.Acok Nur  maka sekaligus Pembina terhadap  warga  pengadilan tinggi agama Surabaya dan se wilayah pengadilan tinggi jawa timur. Termasuk halal bihalal karena melepas perginya purna bhakti dari panitera pengadilan tinggi agama Surabaya dan dua panitera pengadilan  agama di wilayah pengadilan tinggi agama Surabaya. Ujarnya.

H.A. Hanifah menambahkan, tahun lalu menangani 500 san kasus dan selesai semua. Katanya.

Solusi untuk menurunkan angka perceraian adalah pengertian, karena kalau disebut dengan masalah konomi, karena masih banyak orang yang kekurangan ekonomi  masih, banyak orang yang mapan ekonominya  mendukung, justru banyak bercerai, menurutnya masalah perceraian bukan masalah hakekatnya , tapi komitmen didalam keluarga yang sudah  mulai  berkurang, terpengaruh, dia tidak konsisten dengan komitmen yang sudah dibangun, ikrarnya yang sudah lupa, sehingga yang ditanya alas an saja. Soal ekonomi, merasa tidak nyaman sehingga pisah rumah. Tutur H.A.Hanifah  SH MH. (Nwi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here