Pendukung Sahto Tetap Solit Untuk Memenangkan Pilkada

0
60

Tulungagung, Sinar Pos

Dua hari pasca operasi yang dilakukan KPK di Tulungagung dan Blitar, muncul sebuah Vidio dari Bupati Tulungagung non aktif Syahri Mulyo sebelum di tahan KPK. Dalam Vidio yang tidak disebutkan lokasinya tersebut  Calon Bupati petahana dengan nomor urut 2 ini mengajak terus berjuang dalam pelkada pada 27 Juni mendatang.

Calon Bupati Tulungagung yang didukung oleh PDI Perjuangan dan Partai Nasdem ini mengenakan kemeja kotak -kotak merah hitam dan berkaca mata

berkata kepada , ” Kepada simpatisan dan relawan Sahto, biarlah saya menjadi korban politik.Saya harap semangatlah berjuang untuk tetap memenangkan Sahto pada tanggal 27 Juni 2018 yang akan datang dan Pak Maryoto bisa dilantik untuk pereode yang akan datang.Salam 2 jari , lanjutkan !”

Para relawan Sahto dan para pendukungnya mengklaim adanya kejadian itu mengandung unsur politik.Sebab elektabilitas Syahri Mulyo dan Maryoto Bhirowo sesuai surve terakhir 63 persen.”Karena itulah banyak yang menduga ini berkaitan dengan Pilkada, sehingga dilakukan OTT dengan cepat, ungkap salah seorang pendukung Sahto baru – baru ini.

Sebelumnya Rabu, (6/6) KPK telah mengamankan  Kepala Dinas PUPR Tulungagung, Sutrisno usai mengikuti santunan anak yatim di Pendopo Kongasarum Kusumaning Bangsa bersama tiga orang kalangan swasta atas dugaan pemberian gratifikasi.

Calon Wakil Bupati Tulungagung Maryoto Bhirowo merasa optimis memenangkan Pilkada di Tulungagung. Terlihat di beberapa pertemuan Maryoto Bhirowo tetap semangat membakar semangat para pendukungnya.

Dalam acara Mancing bareng Sahto di desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, Selasa malam, (12/06)  Maryoto Bhirowo mengajak para pendukungnya untuk tetap solit dan tetap kompak mendukung pasangan Sahto pada pelkada tanggal 27 Juni mendatang. ” Kami berharap para relawan dan pendukung Sahto tetap solit dan tetap optimis memenangkan pelkada yang akan datang, ” Ungkapnya.

Sementara  Muhammad Samanhudi Anwar dan Syahri Mulyo saat ini ditahan KPK. Bahkan kantor Wali Kota Blitar , Ruang bagian pembangunan dan pengadaan (PLP), ruang Kepala dan Sekretaris PU dan Penataan Ruang Kota serta tiga ruang kantor Dinas Pendidikan Kota Blitar , saat ini disegel.

Banyak kalangan menduga kasus seperti ini bukan hanya dilakukan di Blitar dan Tulungagung , melainkan sampai  daerah lain. Proyek infrastruktur yang kerjakan Susilo Prabowo alias Mbun ini bahkan sampai Trenggalek .Untuk itu diharapkan segera dibongkar semua oleh KPK.

Ketua LSM KRPK (Komite Rakyat Pemberantas Korupsi) M.Trianto mendesak KPK untuk mengungkap siapa saja yang terlibat dalam kasus tersebut. Menurutnya , siapa saja yang menikmati aliran dana hasil korupsi harus di bongkar.” Kami berharap KPK berhasil mengukap semua yang telah terlibat kasus ini, ” Jelasnya saat  menggelar demo baru – baru ini.(Har)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here