PRSI Jawa Timur Tingkatkan Kualitas Para Atlitnya

0
96

Surabaya, Sinar pos –  Persatuan Renang Seluruh  Indonesia  (PRSI) Jawa Timur  menyelenggarakan Rapat Kerja Provinsi Jatim 2018 dengan Tema Menyatukan Pola Pikir, Pola Sikap  dan Pola Tindak Untuk Bangkit Menuju Kejayaan Olahraga Akuatik Jatim. Di Sun City Hotel Sidoarjo Sabtu (2/6).

Ketua Satu PRSI Jatim, DR Ir Riswanda Tarsoni Ade MM, megatakan, tujuan  raker ini melaporkan apa yang sudah kami lakukan di tahun 2016 dan 2017, dengan harapan, tahu apa yang telah dilakukan ini,  kita  dapat mengoreksi apa apa yang keterkaitan dengan program yang lalu itu, apa yang belum kita kerjakan, apa yang harus kita kerjakan lebih baru, untuk menapak ke persiapan kerja berikutnya. Jadi ini sebagai dasar untuk perumusan kerja berikutnya. Kaitannya adalah, ujung ujungmya puncak prestasinya di PON, bagaimana kita bisa mempertahankan prestasi prestasi  yang telah dicapai di PON kemarin. Alhamdulillah di PRSI  itu secara total mendapat  16 emas. Tentu kita terus berusaha untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat Jatim, untuk bisa  sama atau lebih baik lagi. di PON Papua nanti Ujarnya.

Dikatakan Riswanda, pihaknya punya program unggulan, ada dua bidang, bidang organisasi kita tata mekanisme yang berkaitan dengan  aturan-aturan pembinaan, atutan-aturan pertandingan, kita atur sedemikian rupa, sehingga tidak menyalahi aturan, sehingga sesuai nomor-nomor pertandingan, sehingga nanti jadi penguatan untuk program PON, itu menyangkut penataan program  organisasi. Tapi untuk program prestasi, untuk semua cabor kita tata lagi, mulai renang, polo air, loncat indah, dan OWS itu kita ada beberapa program unggulan, antara lain, kita meneruskan program puslatda yang sekarang, jadi Ad Art kita yang dikualifikasi internasional seperti yang ikut Asian games, ini kita pertahankan performanya, kita akan meningkatkan atlit-atlit yang punya talenta, ada 7 orang yang sudah di  promosikan ke Puslatda dan  diterima oleh KONI jadi  sudah ada, jadi  program kita seperti itu. Ucapnya.

Kalau dulu kita orientasinya permasalahan atlit, sekarang bagaimana dari atlit yang banyak ini, kalau dulu ke Quantitas, kalau sekarang mengarah ke kualitas, karena dari pengalaman yang lalu, kita evaluasi, atlit-atlit kita itu kecilnya bagus, umur 11 – 12, tapi menapak ke  usia, SMA, mereka habis,  ini kan  ada pertanyaan yang  yang harus kita hadapi, ada apa, berarti ada cara-cara pelatihan yang salah, prioritas pelatihan yang salah, frequensi pelatihan yang salah, ini yang harus kita benahi, sehingga anak-anak ini dimasa kecilnya mereka Berjaya, di masa seniornya mereka harus Berjaya. Karena kalau salah latihan, anak-anak ini sudah di press dari awal sehingga susah berkembang, hanya bisa  tumbuh tapi tidak bisa berkembang dan berbuah, padahal kita ingin mereka bisa  berkembang  dan  berbuah. Mungkin karena otot itu sudah over capacity, overload, karena latihan yang salah, itu yang harus kita benahi, nanti bermanfaat buat jatim, jika tidak kan habis pada level senior, jago di kelompok level kecil-kecil, itu unggulan kita, kata Riswanda.

Asian games, atlit kita untuk loncat indah ada 2, Della dan Aldinsa, untuk renang  indah, ada satu, Sherly Haryono, tapi kayaknya Sherly ini ter degradasi  karena batasan umur, 26 tahun, sedangkan dia sudah 28 tahun. Padahal dia bagus. Untuk renang  ada Patrisia, Resa Kania, Nurul, Adinda, Glen Victor sama Indra Gunawan. Jadi  kontribusi kita  Patut kita sukuri, hampir 30% dari total squad. Tutur  DR Ir Riswanda Tarsoni MM. (Nwi)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here