Wabup Minta Semua Pihak Bersatu Menangkal Paham Radikal

0
41

Sidoarjo, Sinar Pos

Terduga teroris yang ditangkap dibeberapa wilayah di Kabupaten Sidoarjo lalu membuat masyarakat Sidoarjo harus mawas diri. Paham-paham radikal diharapkan tidak mendapat ruang di masyarakat. Semua elemen masyarakat Sidoarjo diharapkan bersatu padu menangkal paham-paham radikal seperti itu. Nahdlatul Ulama/NU diminta ikut berperan dalam mencegah masuknya paham radikal ditengah-tengah masyarakat. Hal tersebut diminta Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin saat menghadiri Peringatan Malam Nuzulul Quran 1439 H yang digelar PC. NU Sidoarjo di Aula KBIH Rohmatul Ummah Bluru Sidoarjo kemarin, Selasa, (29/5).

Nur Ahmad Syaifuddin meminta anggota NU saat ini terus berperan aktif di masyarakat. Tokoh-tokoh NU diharapkan hadir ditengah-tengah masyarakat. Khususnya di perumahan-perumahan. Sehingga paham-paham yang mengarah radikalisme dapat disegera diketahui. “Saya mohon peran daripada Nahdlatul Ulama ini, monggo berperan yang aktif,”mintanya.

Dalam kesempatan tersebut Wabup meminta kegiatan-kegiatan NU dapat merambah semua masyarakat. Ia yakin dengan berbagai kegiatan NU akan mampu memperkecil ruang gerak teroris. “Kegiatan NU ini, wonten jamiyah, wonten tahlilan, manakiban dan sebagainya niku pun merambah, saya yakin mereka akan terkurangi ruang geraknya,”ucapnya.

Nur Ahmad Syaifuddin juga mengatakan masalah teroris adalah masalah keyakinan. Teroris memaksakan keyakinannya yang salah kepada orang lain. Padahal urusan keyakinan tidak dapat dipaksakan. Apalagi memaksakannya dengan membunuh. Ia katakan perbedaan keyakinan hendaknya dapat dijadikan ruang dakwah. Mengajak seseorang untuk menganut keyakinan yang sama hendaknya dilakukan dengan cara berdakwah. Tidak seperti yang dilakukan para teroris dengan aksi bom bunuh diri.

“Ahlussunnah Wal Jamaah sudah tahu itu ruang dakwah,”ucapnya.

Diakhir sambutannya Cak Nur biasa dipanggil meminta sejak awal kader-kader NU diberikan wawasan yang cukup. Wawasan tentang hubungan agama dengan Negara, wawasan tentang kerukunan umat beragama serta makna jihad sebenarnya. “NU harus tampil kedepan dalam memberikan wawasan, saya yakin wawasan, prinsip-prinsip Nahdlatul Ulama ini kalau diketahui anak muda pasti akan mengerti dan mengikuti,”ucapnya.

Masyarakat juga diharapkannya dapat menggembor-gemborkan bahwa paham radikalisme tidak dibenarkan. Masyarakat harus tahu bahwa Islam tidak seperti yang dianut para teroris. Sehingga nantinya tidak ada satu orang pun yang membenarkan paham mereka. Oleh karenanya NU tidak boleh surut dalam menguatkan NKRI.

“Saya berharap marilah kita semua bekerja bersama, bersinergi antara kyai, masyarakat, NU, aparat, pemerintah, kita berusaha memperkecil ruang gerak mereka,”harapnya. (zanuar/Kominfo)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here