Korban Sipoa Group Ucapkan Terima Kasih pada Kapolda Jatim

0
140

Surabaya, Sinar Pos

Para korban apartemen Sipoa Group memberi Apresiasi kepada Polda Jatim yang dinilai serius menangani Kasus Penipuan Investasi Properti Apartemen. Polisi juga didorong supaya mengusut Tuntas atas Kasus tersebut.

“Kami mewakili dari P2S (Paguyuban Pembeli Sipoa) mengucapkan terima kasih pada Kapolda Jatim, Irjen Pol Drs. Machfud Arifin, SH dan Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Agung YudhaWibowo, SIK serta para penyidik yang menangani Kasus Penipuan oleh Sipoa Group. Kami berharap Kasus bisa diusut tuntas,” kata Kuasa Hukum P2S, Dian Purnama Anugerah kepada Wartawan, Rabu malam (23/05/2018).

Dian Purnama Anugerah mengatakan, Penyidik Ditreskrimum Polda Jatim sudah cukup baik menangani Kasus ini. Terbaru ada empat tersangka lagi, jadi sudah enam orang. “Kami dorong terus Polisi untuk Ungkap Kasus ini supaya terang benderang. Siapa orang dibalik ini,”katanya.

Dian Purnama Anugerah berharap, Polisi terus mengembangkan Kasus ini. Penyidik bisa mengembangkan ke Tindak Pidana Pencucian Uang (TTPU) dan mengusut uang daripembeli kemana saja. Pria yang bernaung di Unit Konsultasi dan Bantuan Hukum (UKBH)Unair ini menegaskan, langkah hukum yang dilakukan P2S ini murni dari para anggota paguyuban yang anggotanya 473 orang.

“Kalau ada yang mengatakan dibalik P2S dan korban pembeli apartemen Sipoa itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Machfud Arifin, SH dan Mafia Tanah Surabaya, sama sekali tidak benar,”tegas Dian.

Dian Purnomo Anugerah menuturkan, ada pengacara nama Edi Dwi Martono mengaku Kuasa Hukum Sipoa Group dan memberi Statmen ke Media di Jakarta. Edi membuat pernyataan ke Media bahwa asset Sipoa atas nama PT Royal Avatar akan  dicaplok Mafia Tanah Surabaya yang teman dekat Kapolda Jatim. “Hal tersebut sama sekali tak benar. Kami akan mengambil langkah hukum jika tak ada Klarifikasi,”tegas Dian.

Dian menjelaskan, bahwa hasil Investigasi yang dilakukan P2S telah mendata sejumlah proyek yang dikerjakan oleh Sipoa Group, dan dari 25 proyek tersebut hampir keseluruhan tidak pernah terealisasi (tak digarap).

“Memang benar, bahwa dari 25 proyek itu tidak ada yang terealisasi, hanya satu yang terealisasi yakni proyek yang ada di Tambak Oso yakni Royal Mutiara Residence,”lanjutnya.

Proyek Royal Mutiara Residence itupun menurutnya, baru dilakukan pembangunan oleh Sipoa Group setelah para nasabah menggelar demo guna mendesak pembangunan.

Antonius Djoko Muljono, Ketua P2S mengaku, ada 473 orang anggota paguyuban yang tertipu. Dari sebanyak itu, hanya 14 orang yang menerima pengembalian uang dari Sipoa Group.

“Saya dan 13 teman mendapat pengembalian uang, kalau lainnya cek kosong. Saya dapat pengembalian full Rp 290 ribu,”aku Antonius. Antonius Djoko Muljono menuturkan, para anggota P2S menginginkan Sipoa Group mengembalikan uang. “Ada sekitar Rp 50 Miliar uang dari anggota P2S yang sudah disetor ke Sipoa. Belum dari Paguyuban Pembeli lainnya, karena di luar P2S juga banyak yang jadi korban Sipoa,”ucap Antonius.(Syam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here