Tantangan Pengelolaan Keuangan Haji

    0
    181

    SURABAYA SINAR POS – Bertempat di Hotel Bumi Surabaya, Jum’at 25 Mei 2018, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bekerjasama dengan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Surabaya Koordinator Jawa Timur (Jatim) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) mengenai “Tantangan Pengelolaan Keuangan Haji”.

    Kegiatan ini selain dihadiri Pengurus ISEI Cabang Surabaya, Pengurus MES (Masyarakat Ekonomi Syariah) jatim, dihadiri juga sekitar 150an undangan Bank Penerima Setoran (BPS). Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dihadiri juga oleh Kepala Badan Pelaksana BPKH, Dr. Anggito Abimanyu dan anggota Badan Pelaksana BPKH Bapak Rahmat Hidayat. Hadir juga dalam kegiatan ini Asosiasi Travel, Akademisi di jatim, OJK (Otoritas Jasa Keuangan), Bank Indonesia serta para Undangan Media.

    FGD ini diselenggarakan dalam rangka melaksanakan pengelolaan keuangan haji. Sebagaimana undang undang, pengelolaan keuangan Haji harus berasaskan pada : Prinsip Syariah; Prinsip kehati hatian; Memberi manfaat; Prinsip Nirlaba; Transparan; Akuntabel, pengelolaan keuangan haji bertujuan untuk meningkatkan: (1) Kualitas Penyelenggaraan Ibadah Haji (2) Rasionalitas dan Efisiensi penggunaan BPIH (3) Manfaat Bagi Kemaslahatan Umat Islam.

    FGD ini Diawali dengan pemaparan mengenai kajian tantangan pengelolaan Keuangan Haji. Saat ini terdapat beberapa tantangan dalam pengelolaan haji, antara lain: (1) Selisih antara biaya operasional haji dengan penerimaan oleh Jemaah. (2) Selisih biaya operasional ditutupi dengan subsidi nilai manfaat Jemaah tunggu. (3) Kenaikan biaya  operasional dan mismatch nilai tukar antara pendapatan/Investasi keuangan haji di pasar keuangan/Investasi syariah yang relative terbatas.

    Terkait hal tersebut, beberapa langkah prioritas jangka pendek yang perlu dilaksanakan oleh BPKH yaitu: (1) investasi pada instrument yang aman, optimal dan likuid (2) Meningkatkan Dana Kelolaan BPS-BPIH (3) Kerjasama dalam investasi di Arab Saudi (4) Melakukan upaya efisiensi pelayanan dan  (5) Desain virtual account uang kredibel.

    BPKH telah mendukung Kemenag untuk melakukan Pembayaran operasional Haji dan Pengembalian BPIH Khusus kepada travel travel Haji. BPKH sedang melakukan pengadaan mata uang  Reyal  untuk Operasional Haji di Arab Saudi. Saat ini BPKH sedang melakukan  penjajagan investasi di surat Berharga Syariah Negara dan investasi langsung di Hotel dan Katering di Arab Saudi.

    Pada Even ini, BPKH juga akan bekerjasama dengan ISEI Surabaya dan MES Jawa Timur serta dengan dunia Akademik dan Ormas dalam hal melaksanakan kajian-kajian tentang keuangan haji. Pelaksanaan program program kemaslahatan pemberdayaan umat dengan dukungan salah satunya dari prodi keuangan syariah yang inline dengan program BPKH tersebut. Plt. Kepala Badan Keuangan Haji, Dr, Anggito Abimanyu menyambut gembira kerjasama untuk “Kajian Keuangan Haji”. Kerjasama kajian dan hasil dari kajian tersebut dapat digunakan dalam rangka meningkatkan kualitas pengelolaan Keuangan Haji dan mampu memperkaya wawasan akademik di bidang Keuangan Syariah dan Investasi Syariah.(Nwi).

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here