FGD Penyusunan Policy Brief Kepada Pemerintah

0
69

SURABAYA, SINAR POS – Kantor Staf Kepresidenan  Bersama  Kementerian  Perlindungan Perempuan Dan Perlindungan Anak Menggandeng Fatayat NU Jatim, dan Persekutuan Perempuan Berpendidikan Teologi di Indonesia  menggelar acara Focus Group  Discussion (FGD) Dengan Tema Penyusunan Policy Brief Kepada Pemerintah Untuk membangun Ketahanan Keluarga Dan Masyarakat Terhadap Gerakan Radikal Ekstrem di Jawa Timur (Jatim) di Hotel Novotel Surabaya Senen (21/5).

Silvana Maria, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Di bidang  Papua dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan  Anak,  Menyatakan,  Kami mau meminta masukan kepada Masyarakat dan Pemerintah Daerah untuk rencana kami menyusun Policy Brief tentang bagaimana membangun ketahanan keluarga dan masyarakat dari gerakan ekstrem di jatim, policy briefnya itu akan diserahkan kepada Pemerintah, artinya kepada pimpinan kami di kantor ujarnya.

Dikatakan Silvana, Pihaknya  sedang  berkonsentrasi  untuk menangani  pertama menangani radikalisme dan terorisme  pengeboman terakhir, lalu yang lebih penting dari  itu langkah langkah pencegahan,  kami berharap masukan dari masyarakat  bisa memperkuat yang dirancang oleh pemerintah untuk penanganan. terutama yang spesifik meng address kebutuhan khas perempuan dan anak, masalah masalah yang khas perempuan dan anak ini yang sering hilang dari analisis meanstream pada umumnya tentang radikalisme dan terorisme, karena modus baru, pola baru melibatkan perempuan dan anak sebagai pelaku, harus didalami ini, kenapa ini bisa begini, bagaimana caranya perempuan dan anak tidak di instrumentalisasi, atau kata lain tidak dijadikan alat untuk melakukan kejahatan terorisme. Ucapnya.

Ditambahkan Silvana mengenai bekas napi  teroris  sekitar 300 orang di Surabaya yang hidupnya sangat sederhana sekali, pertama tama sangat memprihatinkan, kelompok ini kan orang kita, perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah, dalam hal ini pemda, makanya tadi saya ingin mendengar lebih lanjut dari teman teman Fatayat maupun teman teman lain dari kelompok ini, apa yang sebenarnya telah dilakukan oleh pemerintah daerah, kurangnya apa, apa yang  harus dilakukan oleh pemerintah nasional, saya akan sampaikan ke Pimpinan. Tuturnya.

Sementara itu, Ketua Fatayat NU Jatim, Hikmah Bafakih  menambahkan, Dari perspektif fatayat NU jatim, acara ini sangat luar biasa, bisa bertemu dengan banyak expertensis memang melakukan proses yang lama, entah itu studi maupun pendampingan di isu PBE, kita berharap Policy brief hari ini nanti akan di sempurnakan di Jakarta, itu bisa  betul betul  bisa menjadi kebijakan yang responsive yang bisa menjawab persoalan persoalan VA di Indonesia, khususnya di Jatim. Tuturnya. (Nwi).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here