Kapolres Gresik Bersama Kodim 0817 Menggelar Forum Grup Diskusi Dengan Tokoh Lintas Agama Dan Ormas Kepemudaan

0
60

Gresik, Sinar Pos

Kepolisian Resort (Polres) Gresik bekerjasama dengan Kodim 0817 Gresik menggelar Forum Grup Discussion (FGD), bertempat di aula Kodim 0817 Gresik Jl. Kartini Gresik,”Rabu(16/05/2018) Pukul 08.30 Wib.

Forum Grup Discussion (FGD) bersama tokoh lintas agama dan ormas kepemudaan Kabupaten Gresik ini digelar dengan mengusung tema ” Dengan Memperkuat Kerukunan Antar Umat Beragama Tangkal Radikalisme dan Terorisme”.

Selain dihadiri Kapolres Gresik acara tersebut juga dihadiri Dandim 0817 Gresik LETKOL KAV Widodo PujiantO, S.H., Kakesbangpol linmas Pemkab Gresik Choirul Anam, Kementrian Agama Gresik KH. Supandi Ibadi, Ketua FKUB Gresik KH Afif Maksum, Wakil Ketua MUI Gresik KH. Ainur Rofiq, Ketua Muhammadiyah Gresik,Taufiqullah Ahmadi, Ketua LDII Gresik KH. Muis, Sekretaris PCNU Gresik Anharul Achfudz serta perwakilan dari pemuka lintas agama Kabupaten Gresik.

Dandim 0817 Gresik Letkol Kav Widodo Pujianto, S.H. yang membuka acara Forum Grup Discussion (FGD) menyebutkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan guna mengantisipasi aksi teror yang akhir-akhir ini terjadi di beberapa wilayah seperti di aksi di Rutan Kelapa Dua, Bom Gereja di Surabaya dan Penyerangan di Mapolda Riau yang baru terjadi pagi tadi(16/5/2018) yang bisa saja terjadi di wilayah Kabupaten Gresik. Dengan keikutsertaan berbagai pihak dalam mendukung TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.

“Disini peran dari rekan – rekan pemuka agama dan para pemuda Gresik sangat diperlukan dalam upaya mendukung TNI-Polri dalam menciptakan harkamtibmas yang kondusif,”Ungkap Letkol Kav Widodo Pujianto, S.H.

Kapolres Gresik AKBP Wahyu S. Bintoro, S.H., S.I.K., M.Si. pada Forum Grup Discussion memaparkan bahwasannya dengan adanya deklarasi bersama ini merupakan bentuk komitmen bersama bahwa paham radikal dan aksi terorisme merupakan tugas bersama bukan hanya tugas Polisi semata, karena saat ini penyebaran paham radikal dan teroris telah masuk dalam lingkungan masyarakat,Perlunya pertemuan pemuda lintas agama dengan diberikan informasi, pelatihan dan wawasan kebangsaan, perkembangan paham radikal dan terorisme.

“Dengan pelatihan dan pengembangan wawasan kebangsaan para pemuda semakin peduli dan berperan serta aktif dalam melakukan pengawasan dan meminimalisir berkembangnya paham radikal dan terorisme,”(dik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here