Pak De Karwo Buka Batik Bordir & Asesoris Fair 2018

0
143

SURABAYA, SINAR POS – Pameran batik dan tenun terbesar Kembali digelar untuk ke-13 kalinya di Jawa-Timur (Jatim), diselenggarakan atas dukungan dan kerjasama PT Debindo Mitra Tama bersama Pemerintah Provinsi Jatim mulai 9-13 Mei 2018 di Grand City, Surabaya, yang dibuka secara resmi oleh Gubernur Jatim, DR H Soekarwo SH, Rabu (9/5).

Menurut Pakde Karwo, Gubernur Jatim–, sejak tahun 2009 lalu yang menjadi tulang punggung Jatim adalah industri kecil dan menengah (IKM). “Kini, 74 persen adalah produk IKM yang menyumbangkan dari total pendapatan Rp 1.110 triliun untuk Jatim. Kami berharap pendapatan IKM selalu meningkat dan kreatifitas lebih bagus,” ujarnya.

Pameran ini digelar rutin setiap tahun dan kali ini diikuti 250 booth peserta yang menampilkan berbagai produk, desain dan motif pilihan, baik tradisional, etnik, maupun modern.

Menurut Pakde Karwo, kali ini  mengusung tema The Allurement of Tenun ikat bandar kidul Kediri. Tenun ini mempunyai tekstur yang padat, halus beragam corak dan desain serta kualitas tinggi. Sehingga harus dipromosikan secara intensif kepada masyarakat, baik di pasar regional maupun global sebagai produk fashion yang mempunyai daya tarik dan daya saing tinggi.katanya.

Pameran ini digelar dengan tujuan untuk memberikan apresiasi dan kesempatan yang seluas-luasnya kepada para pengusaha serta pengrajin batik, bordir dan tenun untuk dapat lebih meningkatkan dan mengembangkan kreatifitas, produktfitas maupun jaringan pasar secara maksimal di pasar global. Sekaligus menempatkan batik sebagai warisan budaya bangsa yang harus tetap dilestarikan dan dikembangkan, baik di dalam negeri maupun mancanegara.

Tujuan strategis dari pameran ini adalah menciptakan ajang promosi berskala nasional bagi produk unggulan batik, tenun, bordir dan aksesoris pendukung. Meningkatkan peluang pasar domestik, mengembangkan potensi pasar internasional, kembangkan desain terbaru, meningkatkan kecintaan pemakaian produk dalam negeri, memberikan edukasi tentang industri batik ,tenun dan bordir, mempertemukan dan menjalin relationship stakeholder industri batik. Misalnya pengrajib suplier bahan baku batik, agen, distributor, pedagang dan pembeli grosir.tutur Pak De Karwo. (Nwi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here