Balitbang Gelar Rakor Sida 2018

0
38

SURABAYA, SINAR POS – Badan Penelitian dan Pengembangan  (Balitbang) Provinsi Jatim menggelar Rakor Sistem Inovasi Daerah (SIDA) Tahun 2018 dengan Tema  “Implementasi  SIDA sebagai sumber  Inovasi dan inspirasi bagi produktivitas  Rakyat dan daya saing  di pasar Internasional” di Surabaya  Senen malam (7/5) hingga Rabu (9/5) 2018.

Sekdaprov. DR H. Sukardi  menyatakan, Pak Ardo saya dorong untuk bersinergi  dikabupaten kota, seperti  kamu tahu kesenian  kabupaten kota di fasilitasi Bapak Jariyanto, sama,  ini di fasilitasi Pak Ardo kedepan akan semakin muncul ,  di Jawa timur sebetulnya gudangnya Sida. Cuma belum terinvetarisir karena terbentur keterbatasan tanah  karena belum di cek ke lokasinya. Besok kedepan  akan terus dikembangkan, jawa timur akan jadi provinsi yang luar biasa akan Sida itu sendiri ujarnya.

Ini yang dipamerkan hanya sedikit,  Cuma 27, nanti akan lebih banyak lagi bisnisnya, di masing masing kabupaten pasti banyak, termasuk kota,  banyak yang harus kita gali, karena keterbatasan anggaran  sekarang memang sudah pas, Balitbang ini diberi tugas Sida ini yang selama ini dianggap kurang bermanfaat.  Balitbang akan menjadi pelopor system inovasi daerah. Katanya.

Tadi saya dorong di kabupaten kota untuk meningkatkan anggarannya, ada beberapa strategi, ada Bupati yang sulit banget biar didatangi teman teman semua, kedaerah terutama daerah daerah yang berhasil untuk diajak  paparan di kabupatennya, sehingga mungkin  ada perhatian dari Bupatinya, DPRD nya atau sekda.tuturnya.

Sementara itu Kepala Balitbang provinsi jatim, Ardo Sahak mengatakan, ini terkait dengan rapat koordinasi sida ditahun 2018, ada keunggulan  sida kita di tahun 2018, yaitu kita sudah ada 6 kabupaten/kota,  sebagai pilot project pelaksana system inovasi daerah Sida kita jawa timur yang kita mulai di tahun 2018. Misalkan  contoh, kabupaten Lamongan, Sida yang di unggulkan, terkait dengan tanaman  Sogum, tanaman sogum punya kelebihan  bisa dijadikan tepung, tepung sogum nanti akan ditindak lanjuti bisa sebagai bahan makanan lanjutan, bisa dibuat kue, mie, bermacam macam. Kalau untuk daerah Kediri itu memanfaatkan tanaman budidaya nanas, yang dimanfaatkan  bukan daging nanas, tapi justru kulitnya, kulit nanas kan tidak dipakai, nah ini di manfaatkan, kemudian  sida ini tidak terpaku pada tanaman pangan saja, tapi ada juga misalkan di Mojokerto, sida diangkat bagaimana meningkatkan kualitas batik, sesi  kota mojokerto,  kemudian Bangkalan, yang diangkat adalah Elektronik untuk marketing di IKM atau UKM, banyak  unggulan daerah itulah yang diangkat melalui  Balitbang kabupaten kota yang  tahu persis potensi potensi daerah, itulah kita provinsi mendorong supaya kegiatan ini akan lebih semarak, supaya  sida ini nanti tersebar diseluruh kota di jatim, jatim kan 38, sekarang baru 6, insya Alloh tahun 2019 akan kita kembangkan lagi disetiap kabupaten kota, ujarnya.

Ini kita akan adakan diskusi, saya akan menghadirkan teman teman atau nara sumber dari menristek dikti, ada Direktur inovasi, ada dari Balitbang jabar, Balitbang Banyuwangi, sebagai contoh atau testimony, mereka yang telah melakukan sida sida di daerah masing masing yang cukup bagus.

Komitmen prov jatim jelas akan mendorong program ini, karena program ini program yang bagus, karena sida ini nanti banyak hal yang telah didapatkan, yang pertama untuk meningkatkan hasil dari masyarakat, Kedua untuk meningkatkan daya  saing masyarakat didaerah tersebut, daya saing ini bisa dari kabupaten, provinsi, nasional, bahkan kalau bagus bisa ke internasional, ini yang kita dorong terus tuturnya. (Nwi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here