Ekspor Ikan Jatim Akan Meningkat

0
67

SURABAYA. SINAR POS – Pak De Karwo (Gubernur Jatim), membuka Jatim Fish And Marine Exhibition 2018 yang digelar di Parkiran Timur Plaza Surabaya mulai 4 – 6 Mei 2018,  Jum’at (4/5) malam.

ditandai dengan pemukulan gong sebanyak tiga kali oleh Pakde Karwo yang dilanjutkan dengan berkeliling stan pameran dan menyempatkan diri foto bersama dan menyapa para pengunjung.

Kadis Kelautan dan Perikanan jatim, Heru Cahyono menyatakan, pameran kali ini bertujuan sebagai ajang promosi produk kelautan dan perikanan  yang dilakukan oleh industri dan USA.

“Ini untuk  membuka akses pasar lokal maupun internasional yang masih terbuka lebar. Kami berusaha meningkatkan konsumsi masyarakat untuk makan ikan dan diversifikasi produk,” ujar Heru.

Dalam pameran kali ini, dimeriahkan oleh 40 stan yang memamerkan produk hasil perikanan dan kelautan. Juga pameran ikan hias dan demo hasil perikanan. Ini untuk meningkatkan potensi perikanan dan kelautan yang masih belum optimal hingga saat ini

Juga diselenggarakan lomba kreasi masakan ikan nila yang diikuti 39 peserta. Mereka ini memperebutan juara 1, 2, 3 dan empat dan berhak mendapatkan uang penghargaan. tuturnya.

Sementara itu, Gubenur Jatim DR H Soekarwo SH mengatakan , Ketua Forikan yang mendorong masyarakat yang  belum suka makan ikan, agar mencoba makan ikan.

Mengkonsumsi ikan merupakan maju selangkah untuk  kehidupan. Ini sejalan perkembangan hasil ikan tangkapan mencapai  427 ribu ton. Nelayan menangkap ikan di sebelah utara Laut Jawa. Kini, mereka harus pindah ke Pantai Selatan.”Ada ikan tuna kuning di sana yang harganya mahal. Terbesar ikan itu di Tamperan Pacitan,” ujarnya.

Sedangkan hasil ikan budidaya mencapai  1, 2 juta ton. Yang menggembirakan adalah  nelayan Pantai Selatan kini, bisa selama dua hari mencari ikan di Pantai Selatan. Ini berbeda dengan kebiasaan nelayan, yang sebelumnya, cuma sehari mencari ikan di laut.

Menurut Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim– sekitar  200 ribu ton ikan diekspor ke luar negeri senilai  Rp 16 triliun.

“Padahal poteni ekspor ikan asal Jatim sekitar  Rp 51 triliun. Namun demikian, sekarang ini masih kecil,” katanya.

Oleh sebab itu, dibuat program yang sangat orisinil dan menjadi konsep Jatim untuk mendongkrak potensi ekspor ikan. Yakni, program hulu-hilir.  Misalnya,  ikan lele dan patin diolah dan dijadikan abon dan krispi.

“Permintaan pasar akan abon ikan lele dan abon ikan lainnya itu sangat tinggi. Kondisi ini akan meningkatkan nilai tambah bagi nelayan dan meningkatkan kesejahteraan mereka.

Pengembangan abon sangat maju di  Blitar dan Tulungagung. untuk pengolahan abon ikan ini. Bahkan nilai tambahnya meningkat 40 persen dibandingkan ikan lele segar diangkut dengan mobil dan dijual di pasaran,” ungkap Pakde Karwo.

Untuk menggairahkan nelayan UMKM di bidang perikanan dan kelautan, akan diberikan pinjaman kredit dengan suku bunga 6 persen di bawah perbankan. Inovasi produk ikan sangat diminati pasar internasional. (Nwi)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here