Tidak Ada Tuntutan Kepada Pemkab Sidoarjo Pada May Day

0
82

Sidoarjo, Sinar Pos

Pada Hari Buruh/May Day 1 Mei besok, Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin SH meminta kepada seluruh pekerja yang ada di Sidoarjo untuk memperingatinya dengan tenang. Para buruh diharapkannya dapat menciptakan suasana yang kondusif. Jikalau demo dimintanya dilakukan sewajarnya tanpa mengganggu aktifitas masyarakat lain yang sedang memanfaatkan hari libur tersebut.

“Walaupun mungkin demo, diharapkan biasa-biasa sajalah,”ucapnya kepada beberapa pengurus organisasi buruh di Sidoarjo dalam acara Cangkrukan yang diselenggarakan Polresta Sidoarjo di Restoran Handayani Perumahan KNV Sidoarjo, Jumat malam, (27/4).

Kapolresta Sidoarjo Kombespol Himawan Bayu Aji dan Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Inf. Fadli Mulyono hadir dalam kesempatan tersebut. Selain itu juga hadir Ketua Serikat Pekerja Serikat Buruh (SPSB) Sidoarjo Sukarji dan Ketua Serikat Pekerja Independent Sidoarjo Edi Kuncoro.

Wakil Bupati Sidoarjo yang juga ketua LKS Tripartite Sidoarjo mengatakan penentuan upah selalu menjadi perdebatan antara pekerja dan pengusaha. Kedua pihak diharapkannya dapat duduk bersama untuk merumuskan dengan baik. Pemerintah akan berada ditengah-tengah untuk menentukan kebijakan yang akan disepakati bersama.

Ia meminta buruh maupun pengusaha dapat mensajikan data kebutuhan hidup layak yang sebenarnya sebagai acuan penentuan upah. Keadaan yang sesungguhnya hendaknya dapat di potret oleh kedua pihak. Ia menggunakan istilah memotret untuk menggambarkan keadaan yang sesungguhnya seperti hasil potret kamera. Namun lain halnya dengan melukis yang hasilnya sesuai dengan keinginan diri sendiri. Oleh karenanya dibutuhkan kerelaan untuk memotret agar keadaan yang sebenarnya dapat  dituangkan apa adanya.

“Masih belum ada kerelaan untuk memotret yang sesungguhnya, kalau memotret saja tidak mau, sulit kita akan menyelesaikan masalah di Indonesia,”ujarnya.

Ketua Serikat Pekerja Independent Sidoarjo Edi Kuncoro menyampaikan pada peringatan Hari Buruh besok, diperkirakan 3 ribu buruh akan turun ke jalan. Titik kumpulnya di Alun-alun Sidoarjo. Mereka akan menyuarakan aspirasinya ke gubernur Jawa Timur. Aspirasi tersebut tidak akan di suarakan kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Pasalnya saat ini pengawas ketenagakerjaan sudah menjadi kewenangan Propinsi Jawa Timur.

“Khusus Sidoarjo memang tidak ada tuntutan untuk Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, kalau dulu memang ada karena pengawas di Sidoarjo, karena saat ini pengawas ketenagakerjaan menjadi kewenangan pak gubernur maka lari tuntutannya ke pak gubernur yang menyangkut kebijakan,”ucapnya.

Ia melanjutkan 30-40 truk akan mengangkut ribuan buruh ke Surabaya. Selain itu para buruh juga akan menggunakan sepeda motor. Ia akan menunggu rekan-rekannya di Alun-alun Sidoarjo mulai jam 9 pagi sampai jam 12 siang. “Karena relatif tidak ada tuntutan ke Kabupaten Sidoarjo dan hanya dijadikan tempat istirahat maka potensi konflik dan gejolak tidak ada, relatif aman,”ujarnya.

Kapolresta Sidoarjo Kombespol Himawan Bayu Aji meminta Hari Buruh atau yang biasa di sebut May Day dijadikan sebagai hari Fun Day. Hari senang-senang memperingati hari lahirnya buruh. Ia ingin merubah mindset peringatan May Day adalah hari yang mencekam menjadi hari yang menyenangkan.

Ia meminta seluruh lapisan masyarakat untuk terus menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif. Menjaga Kamtibmas  bukan tugas polisi saja. Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan. Ia katakan Sidoarjo telah dianggap sebagai kabupaten dengan kondusifitas Kamtibmasnya yang bagus. Hal tersebut merupakan andil dari semua pihak. “Kita patut bersyukur dan berterimakasih kepada masyarakat karena berkomunikasi yang baik sehingga kondusifitas Kamtibmasnya terjaga dengan baik,”ucapnya. (Znr)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here