Anggota Koperasi TKBM Laporkan Dugaan Penggelapan 500 Juta

0
149

Foto : Bapak Kambali Pelapor

Surabaya,- Sinar Pos

Pengurus dari koperasi TKBM ( Tenaga Kerja Bongkar Muat ) yang berisial AK 48 Tahun warga Bandarejo-Benowo, Is (49) warga Perum UKA-Benowo, dan ME (64) warga Bendul Merisi Permai di laporkan ke polisi, karena diduga ikut penggelapan dana koperasi,” Pelapor adalah para anggota koperasi yang di wakili oleh Kambali Warga UKA Sememi Surabaya.

Kronologi kejadian menurut pelapor Kambali kasus penggelapan dana koperasi, menjelaskan tindakan penyalahgunaan wewenang dan penggelapan ini dimulai dari tahun 2010, yaitu ada pengurusan sertifikat rumah di Benowo, dan diikut sertakan dengan mengurus Zoning ( ijin lokasi) yang dilakukan oleh Yanuar. “Saya mendapat surat kuasa dari Buchori ketua koperasi Usaha Karya untuk melaporkan Yanuar ke Polda, karena ada dugaan penyalahgunaan wewenang dan penggelapan dana koperasi sampai Rp. 500 juta. Yaitu penggelembungan biaya mengurus Zoning (ijin lokasi),” ucap Kambali.

Surat Laporan ke kepolisian

Lanjut Kambali, Yanuar sempat melarikan diri dan sekarang telah divonis oleh majelis hakim 1,5 tahun, tetapi Yanuar juga bersaksi dan balik melapor bahwa Buchori ketua koperasi itu, ikut juga menikmati uang 500 juta itu. ” Saya juga diberi surat kuasa dari Yanuar untuk melapor balik Buchori ke Polda, dan sekarang Buchori telah divonis 1,5 tahun oleh majelis hakim,” ucap Kambali. “Saya masih memegang surat kuasa dari Buchori dan juga dari rekan-rekan anggota koperasi Usaha Karya kata Kambali. “Proses hukum di polisi kali ini cukup lama, yaitu sampai satu tahun lebih. Berkas sempat diserahkan ke Kejaksaan, Namun oleh Kejaksaan dikembali berkasnya ke Polisian dengan alasan untuk melengkapi yang belum lengkap.” Ucap Kambali.

“Hari ini kami mendatangi penyidik untuk menanyakan dan menagih janji yang katanya berkas sudah di lengkapi, Dan menanyakan sejauh mana kelengkapan berkasnya, karena sudah tiga bulan lebih dari berkas dikembalikan kejaksaan, dan penyidik menjanjikan hari senin tanggl 16 April 2018 sudah di lengkapi diserahkan ke Kejaksaan,” Ungkap Kambali.

Kambali sangat berharap keadilan bisa ditegakkan untuk kita yang awam masalah hukum dan tidak mampu ini,” pungkasnya.(mam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here