TERINDIKASI SELINGKUH, PERANGKAT DESA PLOSOREJO DIADUKAN KEBUPATI BLITAR

0
1845

BLITAR, SINAR POS

Tokoh masyarakat PLOSOREJO kecamatan KADEMANGAN kab BLITAR, SUSILO, SH menemui bupati BLITAR dikantor kabupaten BLITAR pada senin siang 9/4/2018, Dengan beberapa tokoh masyarakat untuk menyampaikan keluhan terkait indikasi dugaan asusila yang dilakukan oleh perangkat desa PLOSOREJO berinisial (N ) dengan (S) warga desa PLOSOREJO.
Pada kesempatan kepada awak media sambil menunjukkan foto penyerahan dokumen kepada bupati BLITAR , SUSILO, SH menyampaikan ; Saya menemui bupati untuk memberikan kronologi kejadian serta beberapa masukan yang kurang mendapat tanggapan dari kepala desa, dokumen serta ratusan tanda tangan tokoh dan masyarakat saya berikan Langsung ke Bupati agar apa yang menjadi tuntutan warga PLOSOREJO diperhatikan. bupati BLITAR RIYANTO mengatakan “Bahwa pemberhentian perangkat desa itu adalah kewenangan kepala desa itu sendiri, mengapa karena sudah diatur dalam UU desa tentang wewenang kepala desa, saya sebagai bupati hanya memberikan arahan yang sesuai  mekanisme yang sudah dituangkan dalam peraturan bupati” Ungkap SUSILO, SH mengutip pernyataan bupati

Sebelum kami menyampaikan ke bapak bupati kami selaku tokoh masyarakat sudah tiga kali melakukan mediasi dengan kepala desa agar perangkat tersebut tidak dipekerjakan di desa PLOSOREJO, akan tetapi kepala desa bersikukuh bahwa perangkat desa PLOSOREJO yang berinisial (N) tidak bersalah, yaa apa boleh buat dari pada terjadi hal yang tidak diinginkan berkaitan dengan tuntutan tersebut maka kami beranikan menemui bupati BLITAR. Padahal UU no 6 tahun 2014 Tentang Desa serta Permendagri no 67 tahun 2017 sudah sangat jelas. Tuturnya SUSILO, SH

Pasca penyampaian kebupati  kami selaku tokoh masyarakat mengajak kepada warga PLOSOREJO agar bisa menjaga ketentraman serta menahan diri tidak perlu turun kejalan akan tetapi menunggu jawaban dari pemerintah kabupaten,  saya bersama tokoh masyarakat yang juga hadir dihadapan Bupati BLITAR RIANTO ada pak IKHSAN 70 thn, SRI WULAN ANDARI, HARIYANTO,serta  SARJUNI dan juga SUDARMANTO sesepuh Desa PLOSOREJO. Harap SUSILO, SH

SUDARMANTO menilai bahwa ulah perangkat desa sangat memalukan, sebagai bukti akibat prilaku perangkat desa itu istri dari (S) terancam di ceraikan. sayogyanya sebagai abdi masyarakat bisa menjadi contoh sekaligus pendidikan prilaku moral yang baik dimasyarakat bukan malah sebaliknya  memasukkan orang yang masih punya istri, cara kotor seperti itu sama dengan mencoreng nama desa sendiri yang telah memberikan kepercayaan serta fasilitas kapadanya sungguh-sungguh sangat tidak terpuji dan kami sudah tidak berharap perangkat desa sperti N berada dikantor milik rakyat yang terhormat itu. Sesalnya Sudarmanto (nas)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here