Temuan Fosil BPSMP Sangiran Masih Diteliti

0
57

NGAWI SINAR POS – Fosil Binatang Purba ditemukan di hutan milik Perhutani KPH Saradan, tepatnya di Desa Rejuno, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Hingga kini Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran, Jawa Tengah masih melakukan peninjauan awal guna meneliti fosil hewan purba tersebut. “Hingga kini masih dalam tahap penelitian awal, belum dilakukan penggalian. Nanti hasilnya akan dilakukan identifikasi awal yang mengelurkan rekomedasi untuk langkah selanjutnya,” ungkap salah satu anggota tim.

Lebih lanjut mereka menjelaskan bahwa ada empat anggota BPSMP yang ditugaskan ke lokasi untuk melakukan penelitian terhadap lokasi ditemukanya fosil tersebut, Keempat peneliti tersebut memiliki latar belakang ilmu yang berbeda, yakni arkeologi, geologi, dan biologi, sehingga mereka memiliki peran masing-masing untuk rekomendasi lanjutan.

Dilokasi temuan berhasil dideteksi 300 lebih fragmen fosil yang Diperkirakan fragmen tersebut merupakan fosil binatang purba berupa gajah purba dan banteng purba.

Mereka menjelaskan, selain meneliti fosil, pihaknya juga meneliti struktur dan lapisan tanah yang ada di lokasi penemuan fosil. Berdasarkan penelitian, jenis tanah yang ada di lokasi tersebut adalah lempung berpasir.

Diduga, lokasi temuan dan hasil fosil yang ditemukan tersebut berkaitan dengan Situs Sangiran di Jawa Tengah dan Situs Trinil di Ngawi Jawa Timur. Diperkirakan fosil-fosil tersebut berusia sekitar 900 ribu tahun yang lalu.

Namun, tim belum memutuskan kapan akan melakukan penggalian. “Terdapat kemungkinan tentang adanya fosil manusia purba. Hal itu karena lokasi ini yang tidak jauh dari Situs Trinil tempat ditemukannya manusia purba Pithecanthropus Erectus,” ungkapnya.

Sementara, untuk memudahkan penelitian dan proses identifikasi, ratusan fosil yang ditemukan tersebut diberi nomor oleh tim BPSMP.

Seperti diketahui, fosil-fosil tersebut awalnya ditemukan oleh petani hutan atau pesanggem bernama Sarno di kawasan hutan milik Perhutani, tepatnya masuk petak 132 A1, RPH Teguhan, wilayah Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Saradan, Desa Rejuno, Kecamatan Karangjati, Ngawi.

Temuan tersebut kemudian menggegerkan pesanggem lainnya hingga akhirnya ditemukan ratusan fosil di lokasi tersebut. Fosil-fosil tersebut ada yang ditemukan dari proses menggali dan ada yang ditemukan warga tergeletak di atas tanah.

Saat ini ratusan fosil tersebut masih disimpan di kantor perhutani setempat untuk proses identifikasi. Untuk keamanan, setelah diteliti awal, fosil-fosil tersebut akan dibawa ke kantor KPH Saradan di Madiun (Lies)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here