PELAKU SODOMI DIKAMPUNG KARADIRI NABIRE AKHIRNYA DITANGKAP POLISI

0
95

Kapolsek Nabire AKP AHMAD ALFIAN S.IK

Nabire,- Sinar Pos

Pada hari Ju’mat tanggal 9 Maret 2018 sekitar pukul 16.00 Wit, Di Kampung Karadiri 2 Nabire ketika itu ibu-ibu sedang duduk-duduk bersama anak-anaknya ( laki dan perempuan ), Tiba-tiba mendengar suara ajakan tersangka mengajak anak inisial R (10 th) untuk kerumahnya dan katakan banyak jambu masak dirumah dan nanti diantar kembali lagi. Sekitar setengah jam tersangka S (61 thn) kembali mengantar korban R, Namun tanpa curiga anak korban R marah-marah dan menyampaikan ke ibunya mengatakan ” Mama orang itu kurang ajar ” dan langsung masuk rumah.

Selanjutnya ibu korban melihat anaknya mengambil pisau dan berkata hendak membunuh orang itu. Akhirnya ibu korban mendatangi anaknya karena dikiranya pisau yang di pegang buat kupas jambu yang dibawa tersangka S (61 thn), Ketika dibujuk agar menceritakan apa yang terjadi. korban R (10 thn) dan yang baru Kelas 4 SD tersebut menceritakan bahwa tadi tersangka ketika dirumahnya sebelum mengambil buah jambu, Tiba-tiba tersangka menyekapnya dari belakang dan mengeluarkan kemaluan hendak memasukkan kepantat korban. Dan ketika itu sebelum masuk sudah mengeluarkan air kepantatnya, Kemudian langsung memakai celananya kembali sambil berkata ” JANGAN PULANG DULU, NANTI KAMU CELAKA”, Dan karena takut di ancam korban pun hanya diam selanjutnya tersangka mwngambil beberapa jambu dan langsung pulang mengantar korban.

Betapa terkejut ibu korban mendengar cerita anaknya dan selanjutnya Dia pun melihat tersangka tenang-tenang melanjutkan kerja disebelah rumahnya. Seakan-akan tidak ada masalah dan kemudian keluarga korban membicarakan dalam keluarga,setelah itu melapor pada Sekretaris Desa saudara IMAM guna minta pendapatnya. Dan selanjutnya korban bersama suaminya melapor ke Polsek Nabire sekitar jam 21.00 wit, Setelah diperiksa ibu korban dan korban R (10 thn) kemudian Polsek menyatakan cukup bukti, Tersangka berinisial S (61 thn) langsung ditangkap. Dan ketika diperiksa tersangka S (61 thn) mengakui atas perbuatannya.

Dan membenarkan keterangan korban R dan ibu korban, Dan menurut tersangka dia mulai senang dengan sesama jenis terutama anak kecil laki-laki dari mulai tahun 2007. Ini pertama karena tahun 2000 telah cerai dengan istrinya, Dan tahun 2007 tersangka melakukan pertama kali dengan sesama jenis. Dan karena merasa aman tidak ada laporan, Tersangka pun melakukan kembali hingga tertangkap. Adapun tersangka S melakukan dengan berbagai macam cara diantaranya pakai iming-iming dengan memberikan uang, Mencukur dan kali ini dengan mengambil atau memberi buah jambu.

Menurut hasil pemeriksaan penyidik, Kapolsek AKP Ahmad Alfian,S.Ik mengatakan untuk sementara ini korban masih 12 orang dan ini bisa berkembang lebih banyak lagi mungkin karena masih malu untuk melapor. Tersangka di jerat dengan Undang Undang Perlindungan Anak UU nomor 82 tahun 2012 dengan ancaman 15 tahun dan KUHP Pasal 292 ancaman 5 tahun penjara. Dan saat ini sudah dilakukan penyidikan awal serta SPDP ke Kejaksaan dan tersangka S (61 thn) dalam tahanan Polsek Nabire Barat” Ungkap AKP Ahmad Alfian,S.Ik

Menurut keterangan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan  ibu YOFINIA MOTE S.Si.T ketika diwawancarai wartawan tentang bagaimana tanggapannya atas kejadian tersebut ? beliau mengatakan kejadian ini sungguh luar biasa, Tersangka harus dihukum seberat-beratnya karena ini sudah merusak masa depan anak dibawah umur, Apalagi menurut keterangan ibu-ibu sudah puluhan korban namun tidak di laporkan. Anak -anak setiap jalan depan rumah tersangka pada trauma dan takut. Bahkan ada anaknya jadi bandel saat ini, dan ini terjadi sejak tahun 2007 jadi sudah berapa korban atas perbuatan tersangka ini.

Diharapkan agar para orang tua lebih berhati-hati dalam mendidik anak, Karena orang di kira berkelakuan baik namun ternyata seperti binatang tidak merasa berdosa. Kejadian ini baru terjadi pertama kali terjadi di Kabupaten Nabire. By priyo

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here