Lebih Dekat Dengan Kasful Hidayat Advocat Senior Jombang

0
155

Jombang,- Sinar Pos

Dikenal sebagai sosok yang sederhana dengan penampilan dan cara penyampaian yang teduh.

Kedalaman ilmu kajian hukum tercermin saat kita berbicara berbagai persoalan hukum yang terjadi di masyarakat. Baik persoalan hukum di ranah Pengadilan Negeri, PTUN, Tipikor dan Pengadilan Agama.

Falsafah hidup yang selalu di pegangnya di dalam membantu persoalan hukum yang membelit klien nya adalah prinsip ” Dalam Hati Saya Cinta Perdamaian”

Menurut pandangannya dalam menghadapi setiap persoalan / perkara kalau bisa semua perkara dapat di selesaikan dengan cara damai    sesuai dengan falsafah saya “Roidhan Solkhil Bathin ” / Dalam Hati Saya Cinta Perdamaian”, upaya hukum di pengadilan hendaknya hanya sebagai ” Ultimum Remidium” atau jalan terakhir dalam menyelesaikan perkara hukum pidana, ” jelasnya

Pengacara Senior Jombang ini berpraktek sebagai Advocat / Pengacara sejak 1983.

Juga pernah berkarir sebagai Dosen di Fakultas Syari’ah Institut Keislaman Hasyim Asy’ari cikal bakal Universitas Hasyim Asy’ari ( Unhas ) Tebu Ireng Jombang 2002 – 2007 & Fakultas Hukum serta Fakultas Ekonomi Universitas Darul Ulum ( Undar ) Jombang 2002 – 2015.

Keahlian beracara di pengadilan dalam berbagai kasus tidak di ragukan lagi. Baik dalam segi teori maupun praktek.

Saat ini Kasful Hidayat beraktivitas dalam Biro Konsultasi Penyuluhan Dan Bantuan Hukum Ksatriya yang di dirikannya.

Sebagai contoh falsafah Rhoidhan Solkhil Bathin yang di terapkannya seperti saat ini sedang menangani 9 perkara di PTUN Surabaya melawan BPN Sumenep yang bersidang setiap hari rabu bersama dengan tim advokat yang di ketuainya antara lain Advokat Farid Fathoni, SE, SH,  MM ( Peradi ) , Advokat Muh. Masrur,  SH ( KAI ), Farid Fadjaruddin, SH ( Perari ), Nico Putra Bintara Perkasa, SH ( Perari ) akan di selesaikan dengan damai apabila para pihak bersepakat untuk damai dan akan di cabut perkaranya di PTUN apabila terjadi perdamaian yang menguntungkan kedua belah pihak.       Sehingga tidak perlu memproses secara hukum pidana tentang pemalsuan surat terkait perkara yang di tangani sekarang ini. Jadi penyelesaian pidana itu benar benar ‘Ultimum Remidium” jika tidak terjadi perdamaian maka pihak lawan akan di proses secara pidana dengan cara di laporkan ke kepolisian. (rid)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here