Launcing Buku Perdana kader golkar Terinpirasi Gaya Politik Jokowi

0
98

Surabaya,- Sinar Pos

Ketua Bidang Pengalangan Keagaman Dan Ormas Agama DPP Partai Golkar Dr. H. Andi Budi Sulistijanto SH. M.ikom meluncurkan buku Komunikasi Politik Jokowi, di Komplek Parlemen, Senayan, Jumat (9/3).

Andi Budi mengungkap, banyak temuan-temuan menarik soal gaya politik Jokowi yang ditulisnya dalam buku setebal 142 halaman tersebut dengan style yang Berbeda

“Pak Jokowi adalah pelayan masyarakat yang terbaik. Saya istilahkan bahasa Inggris-nya public servant communication style,” ujar Andi.

Dia menambahkan, dalam temuannya sangat kelihatan sekali bahwa Jokowi tidak merasa dirinya sebagai presiden. “Jadi dia merasa seperti rakyat biasa, selalu apa adanya melihat sesuatu fakta di lapangan,” kata Andi.

Menurut dia, Jokowi tidak banyak berwacana. Namun, lebih banyak bekerja. Misalnya pembangunan infrastruktur besar-besaran dan kasat mata terlihat.

Menurut dia, Jokowi ingin menunjukkan kepada bangsa Indonesia sebuah proses kemajuan fisik yang cepat dan dilakukan dengan baik serta upaya luar biasa dengan komunikasi verbal dan nonverbal.
Temuan lain, Andi menambahkan, Jokowi juga punya gaya sendiko dawuh communication style.

Dia menjelaskan, gaya ini menunjukkan seorang yang selalu taat tunduk pada orang-orang yg dianggap mumpuni maupun senior.

“Dalam kultur di Indonesia kan banyak kiai tokoh masyarakat. Itu yang sangat diharapkan Pak Jokowi petuah dan sebagainya,” katanya.

Karena itu, ujar dia, Jokowi selalu berusaha di setiap kunjungan-kunjungan ke daerah mampir menemui tokoh-tokoh agama, ke pondok pesantren, kiai dan sebagainya.

“Beda jauh dengan beliau dengan partai politik, dengan partai politik mungkin ketuanya bisa didatangkan di istana dan sebagainya. Tapi dengan seorang kiai dia harus sendiko dawuh,” ungkap doktor ilmu komunikasi jebolan Universitas Sahid, itu.

Menurut dia, dengan sendiko dawuh itu bukan berarti Jokowi menurut atau menyembah. Namun, ujar dia, gaya komunikasinya itu merendahkan diri di hasapan kiai agar mendapatkan berkah.

“Itu dalam kultur Islami maupun Jawa,” kata lulusan magister ilmu komunikasi di Universitas Mercu Buana Jakarta itu.

Dia mengatakan temuan-temuan ini adalah realistis dan banyak didukung pendapat-pendapat dari tokoh-tokoh yang seperti di dalam buku tersebut.

Ketua DPR Bambang Soesatyo mengatakan, peluncuran buku Komunikasi Politik Jokowi di tahun tahun politik ini sangat menarik. “Saya berikan apresiasi dan masih banyak yang harus dipelajari lagi dan bisa digali dari kepemimpinan Jokowi,” kata Bamsoet di acara tersebut.

Karena itu, Bamsoet menantang penulisnya, kalau bisa buku ini bukan pertama dan terakhir. “Tapi bisa lahirkan buku kedua, ketiga dan seterusnya karena masih banyak gaya-gaya komunikasi politik yang menarik,” ujar Bamsoet.

Hadir dalam peluncuran buku itu Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siraj, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk Freidrich, dan tamu lainnya.(Dani)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here