SALAH SATU OKNUM WARTAWAN MEDIA ONLINE DI LAPORKAN KE POLRES SAMPANG

0
111

SAMPANG,- SINAR POS

Salah satu Aparatur Pegawai Negeri  di wilayah Kabupaten Sampang Madura, mengenai pencatutan namanya tampaknya berbuntut panjang, salah satu wartawan media Online dilaporkan ke Polres Sampang selasa siang (6/03/2018) sekitar pukul 13.00 wib.

Salah satu oknum wartawan media Online di Kabupaten Sampang tersebut berinisial AR, AR dilaporkan karena diduga melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman, saat dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Hery Kusnanto, mengungkapkan AR dilaporkan oleh Marnilem seorang yang saat ini menjabat sebagai Camat Jrengik, Marnilem merasa dirugikan saat namanya disebut dalam pemberitaan terkait pelaksanaan proyek dana hibah dari Pemprov Jatim yang diduga difiktifkan.

“Dalam waktu dekat kita akan segera memanggil terlapor AR karena memberitakan sesuatu hal yang tidak benar dan membuat perbuatan tidak menyenangkan di media online inisial ‘J’, laporan ini adanya tindak pidana berhubungan dengan UU ITE,” kata Hery, sebagaimana dilansir mediamadura.com.

Lebih jauh Hery menambahkan dalam laporan Marnilem beberapa bukti telah dilampirkan seperti Link dan Screenshot berita dari media Online tersebut, menurutnya saat ini penyidik masih memeriksa pelapor dan beberapa saksi guna diminta keterangan dan menunggu gelar perkara unsur-unsur pasal yang akan dikenakan kepada terlapor.

“Kita akan pelajari maksud dan tujuan terlapor memberitakan pelapor ini, jadi yang diberatkan pelapor adalah tidak konfirmasi dan merasa pelapor dirugikan sebagai pejabat,” tegasnya.

Pada tempat yang sama, Marnilem mengaku dirugikan atas pemberitaan terlapor yang telah menulis berita bohong tetang dirinya,  lebih-lebih mengenai pencatutan dirinya sebagai ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) Angkasa Putih yang diduga fiktif dan beberapa tuduhan yang juga tersebut jelas dalam berita tersebut.

“Saya ini ASN yang menjabat sebagai Camat, tidak terima dan dirugikan makanya menempuh jalur hukum, apalagi berita itu sepihak tanpa ada konfirmasi dan AR seolah-olah berusaha konfirmasi melalui telepone, tapi di HP saya tidak ada bekas panggilan tak terjawab,” tutur Marnilem didampingi kuasa hukum Arman Saputra.

Ditambahkan Arman, pihaknya melaporkan terlapor dengan pasal 45 UU ITE jo pasal 310 dan pasal 311 KUHP tentang berita bohong, pencemaran nama baik, dan fitnah.

Selain itu, pihaknya juga akan menggunakan hak untuk melaporkan ke Dewan Pers sesuai UU Nomor 40 tentang Pers, “Insya Allah hari Kamis (8/3) besok ke Dewan Pers melaporkan pelanggaran kode etik, kita tetap tempuh dua jalur soal UU ITE dan UU Pers,” pungkasnya. (SAN/minto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here