Antung Harudji, Terpilih Untuk Memimpin Perkindo Jatim periode ll (2018 – 2023)

0
376

SURABAYA SINAR POS –  Musyawarah  Daerah ll  Persatuan Konsultan Indonesia (PERKINDO) Jawa Timur (Jatim) merupakan  perangkat organisasi tertinggi yang diselenggarakan l (satu) kali dalam 5 (lima) tahun, diselenggarakan oleh Dewan  Pimpinan Daerah masa bakti 2018 – 2023  di Surabaya pada hari Sabtu (3/3).

Ketua DPD PERKINDO Jatim, Antung Harudji mengatakan,  kebetulan, hari ini usia yang lima tahun kepemimpinannya,   juga harus ada musda untuk pemilihan yang pertama kali. Tujuan pemilihan ini untuk meningkatkan  profesionalisme para anggota kita.

Selama ini masih dalam rangka penambahan jumlah anggota saja,  yang dicapai masih dalam peningkatan jumlah anggota dulu. Setelah jumlah anggota, administerasi sudah terlayani  semua,  semua sbu sudah terlayani semua, hubungan dengan LPJK sudah harmonis, nah ini kita tinggal meningkatkan  administerasi  saja,  jadi kelengkapan kelengkapan,  tidak ada yang  mati untuk lelang lelang, ya itu target, semua tujuannya kesana. Kalau kendalanya, anggota kita kan Jawa Timur jauh jauh, ada Banyuangi, ada Trenggalek, di ujung sana,  kendalanya untuk mengumpulkan anggota ini, bisa ketemu, bisa sharing, agak sulit, mudah mudahan kedepan kita jemput bola. Artinya mungkin bisa rapat ke Banyuangi, ke Madiun, bisa mendekat kea rah anggota.  Target kedepan jumlah anggota mungkin bisa mencapai 500, mengenai biaya event ini murni iuran dari anggota. Jumlah peserta  109, seluruh jatim jumlah anggota 277 anggota tutur Antung Harudji.

Sementara itu, Ketua Umum Perkindo, Ir. S. Catur Wibowo menyatakan,  kami DPP Perkindo menyambut baik dengan adanya Musda ll provinsi jatim, kami ini merupakan amanah dari konstitusi, amanah dari ad/art perkindo. Tema  yang diambil  “Meningkatkan Profesionalisme dan Sinergi anggota dalam membangun negeri”.  Untuk mewujudkan  Profesionalisme, banyak hal hal yang harus dilakukan oleh teman teman  jatim,  satu bagaimana menjawab tantangan anggota mengenai daya adaptasi dan demokrasi, kedua  tantangan  semua tekhnologi dank e tiga bagaimana penetrasi terhadap pasar, ke empat adalah bagaimana menjawab tantangan permodalan  yang dihadapi  anggota. Kemudian untuk meningkatkan sinergi, seluruh jatim harus meningkatkan komunikasi  dengan para pemangku kepentingan. Membangun komunikasi  untuk ber mitra dan juga menjual  ide dan gagasan apa yang  dibangun penduduk jatim untuk masalah yang dihadapi masyarakat jatim pada umumnya dan kedua adalah masalah yang dihadapi oleh instansi pemerintah, baik provinsi dan daerah.

Untuk Mewujudkan profesionalisme, penduduk jatim tidak bisa  berdiri sendiri, ia harus bekerjasama dengan instansi terkait  karena pembinaan terhadap  jasa konsultasi telah diamanatkan didalam UU2/2018, pemerintah daerah dalam hal ini ikut bertanggung jawab terhadap hal tersebut.

Anggota harus mendukung pengurus,  dalam kontek bukan mendukung dari  kata kata tapi juga harus berperan aktif  dalam kegiatan yang dilakukan oleh pengurus dan kedua adalah jangan sungkan sungkan menyampaikan persoalan yang dihadapi  oleh mereka dalam mengembangkan  perkara, karena itu juga terkait dengan Perkindo pusat. Itu  kalau tidak bisa  diselesaikan dalam tingkat provinsi, maka kami dari pusat akan membantu  setiap persoalan persoalan tersebut tutur Catur Wibowo. (Nwi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here