Kesiapan Industri Galangan Kapal dalam menghadapi Persaingan Global

0
122

SURABAYA SINAR POS – RaKer  PT Adiluhung Sarana Segara Indonesia  Tahun 2018 dengan tema “Kesiapan Industri  galangan kapal dalam menghadapi  Persaingan Global dengan Peningkatan Kualitas Produksi dan Sumber Daya Manusia” di Surabaya pada hari Jum’at (23/2).

Direktur Utama PT Adi Luhung Sarana Segara Indonesia, Anita Puji Astuti  ST. mengatakan  Rapat Kerja ini  pihaknya akan melakukan studi mengenai galangan kapal nasional dalam mengatasi pasar global, dalam hal ini terkait dalam system Online, bisa jadi nantinya merambah bisnis industri perkapalan.

Ditahun 2018 ini  kami  masih menyelesaikan proyek proyek yang belum terselesaikan di tahun  2017 kemarin, ini masih  perpanjang  ke 2018. Nah di 2018 nya sendiri proyek masih gak terlalu banyak, sedikit sekali, hal ini masih cukup membuat lesunya perekonomian  atau  industri  nasional. Karena memang otomatis kalau di pekerjaan  baru ini kosong,  barunya nanti di repair yang dilakukan semuanya. Karena memang  kalau di sektor  bangunan baru itu serapan tenaga kerja  itu lebih banyak. Karena memang sekarang ini rata rata dari industri  galangan kapal sudah terlanjur meng akomodir hampir  ribuan orang,  tapi dengan  pakai  bangunan baru otomatis mereka tidak konsen sperti itu secara nasional. Kemudian  juga otomatis investasi yang dilakukan itu juga tidak banyak, masih terasa tidak banyak seperti itu.

Kemudian juga saya pikir  perlunya meng akomodir  outlet outlet yang selama ini sudah di tangani.

Terapannya adalah sektor untuk  penanganannya bagaimana, juga yang baru ini tidak dari pemerintah,  tapi suwasta juga bisa melakukan   bangunan kapal  tentunya di industri dalam galangan nasional.

Kalau di Adiluhung  sendiri ini  selesaikan tujuh proyek, dan satu proyek lanjutan lagi, delapan totalnya. Tapi proyek lanjutan belum, mungkin nanti rencananya tender BUMN dan lain sebagainya.

Kami sendiri rencana  juga ikut di konstruksi bangunan kapal, industri yang lainnya juga muncul, bukan hanya di kapal saja.

Sampai disini kita masih bisa kerjakan di 3000 Dwt.

Kami lagi permohonan untuk kapal ternak, kapal perintis, kapal ferry, terbesar dengan GT 2000.

Kalau impor dari kapal saya pikir rendah sekali, karena mereka juga  alami pertumbuhan sektor pelayaran secara  global juga  sangat menurun . Jadi memang akan susah juga kita bersaing dengan dunia luar, karena mereka di luar negeri itu mereka sudah terhubung incomenya, dari sektor industri  menunjang, sedangkan kita di sektor dalam negeri sendiri  masih kurang maksimal.

Di sektor komponen kita masih impor sekitar 50 persen,  misalnya mesin ( main engine, Auxiliary Engine), Jangkar, dan lain sebagainya. Jangkar ada yang sudah dibikin, tapi harganya lebih mahal dibanding impor. Jadi kondisi kondisi itu yang harus diperbaiki nasibnya.

“Jumlah galangan kapal di Indonesia  sekitar 300 san, yang terbesar di pulau Jawa  dan  Batam”.

tuturnya. (Nwi)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here