Hanya Orang Yang Qualitified Bisa Menuju Ke Indonesia Emas di Tahun 2045

0
77

SURABAYA, SINAR POS – Badan Nasional Sertifikasi (BNSP) dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) menggelar Sosialisasi Pelaksana Sertifikasi Di Surabaya Selasa (20/2) dengan tema “Indonesia Kompeten”.

Ketua Komisi Sertifikasi Ir. Drs Asrizal Tatang, MT menyatakan, Ada biaya dari Negara melalui BNSP untuk mensertifikasi sekitar 184.000 orang dengan pelaksanannya adalah LSP LSP. Untuk Jatim dibagi 2 tempat, ada yang maunya di Surabaya yang sekarang ini 110 LSP (peserta), di Malang ada 68 saja. Kita menyampaikan, ini anggaran Negara, Negara membantu khususnya SMK, SMK kan mau tamat, tamatnya bukan hanya ijazah saja, harus dapat sertifikat,  untuk itu prosesnya anggaran sertifikatnya, dana BOS nya kan kecil Rp75.000.- kita bantu melalui Negara, tiap anak Rp350.000.- sehingga ini sangat membantu dan ini akan sesuai dengan keinginan.

Kita ingin SMK itu tamatnya bersertifikat. Sosialisasi ini dalam rangka kita memberi tahu kepada LSP di jatim, kita punya dana, yang berminat silahkan ajukan permohonan untuk pelaksana sertifikat 110 peserta. Sekitar 350 ribuan per orang untuk sertifikasi.

“Anak lulus SMK itu kita uji saja, Sertifikat ini sebagai ukuran kompetensi, orang cari kerja itu ditanya sertifikat oleh industri”.

Sertifikat itu ukuran kemampuan,  bisanya  orang, maka orang  Certified bersertifikat dan bisanya apa, maka buktinya sertifikat.

Di Indonesia yang sudah bersertifikat sekitar 5 jutaan orang, angkatan kerja sekitar 144 juta orang, jadi semua kita belum bersertifikat.   “Kita sudah bicara dengan Bagir Manan agar wartawan bersertifikat. Bagir Manan akan ke BNSP”.

Kita ini tuan rumah, kita ingin lapangan kerja di Indonesia ini kita yang ngisi. Lapangan kerja yang terisi 30 persen, yang 70 persen itu  potong, ini yang di isi orang asing. Kita enggak mau, justru itu mari kita tingkatkan kompetensi kita, bukti ya sertifikat, kita yang uji, bukan abal abalan.

Kendalanya, pertama kita sadarkan orang, pentingnya sertifikat. Kedua, kita masih menganggap sertifikat itu tidak ada guna. Era sudah berubah, Dunia sudah berubah, ya merepotkan orang kecil, maka dari itu orang perlu selektif. Orang ingin tahu, bukti anda bisa itu, dimana dorongan kendala yang pertama sertifikat itu perlu standart, kita standart, itu namanya SKM itumasih kurang secara nasional, secara infrastruktur, secara nasional kita mesti  bangkit menuju bersama sama untuk mengisi kalau kita katakan  Indonesia  emas itu di tahun 2045. Nah itu mendorong Indonesia menuju kesana, dimana tingkat kesejahteraan, tingkat kemakmuran orang orang betul betul  Qualified yang jadi penerus hal tersebut.

Himbauan kepada masyarakat, Pertama  himbauan saya dalam rangka melakukan sertifikasi ada yang menawarkan, tolong di cermati, banyak juga yang mengatakan itu  LSP  LSP  tadi apakah betul  LSP itu sudah tersertifikasi. Kedua Hindari kalau ada orang menawari membantu, minta duit, itu tidak usah. Kita ini dimana orang mendirikan LSP, tidak ada pungutan biaya jangan dengan kata orang, mungkin. Buka webside nya  Tanya itu langsung tutur Asrizal Tatang Ketua Komisi Sertifikasi. (Nwi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here