LEGAL PT HDP MINTA PAK’ JANI AJUKAN DANA KEROHIMAN KE MANAGEMEN DAN SERAHKAN BUKTI OUTENTIK SEGEL

0
150

Bekasi,- Sinar Pos

Pasalnya, jani bin Janip di temani Sarjan,Samid dan Warna ketika datang memenuhi panggilan PT HDP Group secara lisan yang di sampaikan langsung oleh karyawan PT HDP Sanusi di dampingi RW setempat aparatur desa samudrajaya. Kamis 15 Pebruari 2018 di terima Jam 10. 15 di ruang Dapur PT HDP oleh Divisi Legal Hukumnya David. Dalam perbincangan pembahasan dikatakan David kepada Jani “ Kami dari Pihak PT HDP Group bersedia bantu untuk pengajuan uang kerohiman kepada Big Bos langsung,tinggal pak Jani ajukan permohonan tertulis di sertai dengan pengakuan bahwa tanah garapan tersebut adalah benar milik PT HDP Group.” Ucapnya

Lebih lanjut dikatakan “ Persoalan apa yang ada di lahan garapan tersebut silahkan pak’ jani hitung, dari mulai bangunan rumah,pepohonan dan lain-lain. Akan tetapi kami akan memproses dan mengabulkan perhitungan ajuan dari pak Jani langsung termasuk terkait 6 warga yang ada di lahan tersebut pak’ jani yang tentukan biaya kerohimannya untuk pindahan, kami akan memutuskan sesuai perintah bigbos berapa yang harus di realisasikan.” Tandasnya.

Dan kami hanya menginginkan semua kondusif tanpa adanya benturan hukum dengan pak’ jani sekeluarga waris, untuk itu setelah pak’ jani terima uang kerohiman gelobal keseluruhan. Kami  minta segel asli atas nama Janip Bin Jamal tahun 1973 Lokasi ± 9000 M²)  dan Jani B Janip 12 November 2002 seluas 2.035 M² (Lokasi yang di diami rumah pak Jani). Adapun persoalan antara pak Jani dan Pak’ H. Sargan silahkan di urus sendiri dengan fotocopynya saja. Karena kami tidak mau terlibat yang di akibatkan jual beli anatara Pak’ Kades H. Sargan (alm) dengan Bu Nu’Ningsih (PT HDP Group) di kemudian harinya antara pak Jani dan Pak’ H. Sargan (Keluarga Waris) kalau merujuk ke ranah hukum. Tegas Legal PT HDP.

Untung tak dapat diraih, sudah jatuh tertimpa tangga. Itulah kata yang pantas di dera oleh Jani dan ke- 8 saudaranya. Kepada legal hukum PT HDP Jani meminta kebijakan waktu untuk dapat memperoses urusan dengan keluarga H. sargan (Alm) mudah-mudahan mereka masih mau di ajak musyawarah mempertanggungjawabkan penjualan tanah saya yang menurut info dari PT HDP tanah garapan saya dari orang tua saya sudah di jual belikan oleh H. Sargan pada masa hidupnya ke Nu’Ningsih (PT HDP) sehingga terbit surat pernyataan pelepasan hak dari kantor BPN Kab. Bekasi atas nama Nu’Ningsih. Saya berani di sumpah apapun bahwa saya dan saudara-saudara saya tidak pernah menjual lahan garapan yang memang waris kami anak-anak alm Janip Bin Jamal pak’ berulang kali saya tanyakan semasa hidupnya kerumah nya langsung bolak balik untuk minta di bayarkan tanah garapan saya tidak pernah di gubris oleh H. Sargan sampai sekarang H. Sargan meninggal dunia saya dan waris semuanya tidak terima se-senpun uang darinya dan tidak ada tandatangan penjualan makanya surat segel ini masih asli ada  di saya karena memang tidaK ada jual beli dari saya dan keluarga waris janip b jamal  ke H. sargan!!!.” Ungkap jani dan saudaranya senada sedih meninggalkan kantor PT HDP Group Bekasi.

Hal senada di tudingkan Damin HR Sekdes Samudrajaya (19/02) di warung pinggir jalan depan Kantor Desa Samudrajaya kepada wartawan Sinarpos “ Jelas-jelas Jani dan Jumasan tiga  minggu yang  lalu datang memenuhi panggilan kami dari pihak pemerintahan desa untuk di pertemukan langsung oleh bigbos PT HDP Group agar masalah ini bisa cepat selesai. Dan jani mengakui sudah menjual ke H. sargan makanya pengacara PT HDP meminta jani minta uang  pembayaranya  ke H. sargan.” Ucapnya.

Sementara di kediamannya pada hari yang sama kepada wartawan sinarpos jani membantah “ Saya tidak mengucap hal demikian pak’ yang saya katakan kalau tanah garapan saya sudah di jual tidak mungkin segel asli atasnama orangtua kami masih ada di saya, terus H.Sargan jual ke bu’ Nu’Ningsih pakai surat yang mana??? Dan kalau tentang saya minta kerohiman ke bigbos PT HDP itu terkait Rumah tempat tinggal saya dan biaya perawatan lahan garapan selama 30 tahun lebih, kan wajar pak’ itu saya pinta bukan bayaran tanah garapan. Saya orang kecil pak’ saya mohon bantu carikan keadilan buat saya yang sudah di tuding mendiami dan mendirikan bangunan liar padahal ada surat segel garapan ini yang kamipun dapatnya dari orang tua saya bukan dapat di beri orang lain pak’ tolong kami pak jangan Dzolimi orang kecil seperti saya Allah SWT pasti akan adil siapa yang salah dan siapa yang benar kami yakin itu.” Bantah  Jani dalam harapannya sembari sedih.

Dalam jawaban pesan Whatsapp kades Samudrajaya saat di minta informasi untuk persuasive ke keluarga H. Sargan (alm) dan PT HDP  membalas (jam 12.06) “ Minggu ini saya agendakan untuk ketemu dengan pihak PT HDP. Doakan saja bang. Ucapnya singkat.

Sampai berita ini di beritakan belum ada kejelasan dengan pihak keluarga H. Sargan (alm) dan belum ada yang bisa dimintai keterangan. (Mono)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here