Kementerian PUPR Akan tambah 18 Rusun di Jatim

0
34

SURABAYA,- SINAR POS 

Kementerian PUPR, menggelar Rapat Konsultasi dan Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Provinsi Jatim tahun 2018 di Surabaya Rabu – Kamis (7/2 – 8/2) Untuk  Mengatasi backlog rumah yang setiap tahun terus bertambah, tahun 2018 pemerintah melalui dana APBN akan membangun 18 unit rumah susun (Rusun) di Jawa Timur. Jumlah tersebut lebih besar jika dibandingkan tahun 2017 yang hanya 5 unit rusun.

Ridwan Dibya Sudharta, Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi Jawa Timur, Kementerian PUPR, mengatakan Unit Rusun tersebut nantinya tersebar di 12 kabupaten/kota, di antaranya Kabupaten Tulungagung 2 unit, Kota Surabaya 2 unit, Kabupaten Jombang 2 unit, Sidoarjo 1 unit, Sumenep 1 unit, Banyuwangi 1 unit, Pasuruan 1 unit, Mojokerto 1 unit, Probolinggo 1 unit, Malang 1 unit, Lamongan 1 unit dan Jember 3 unit.

“Rusun-rusun tersebut sebentar lagi akan kami lelang, dan kami ditargetkan selesai tahun ini juga karena semua lahannya sudah siap,“ ujarnya.

Pembangunan Rusun tersebut juga sebagai realisasi dari target 550.000 unit Rusun bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sesuai rencana strategis penyediaan perumahan berdasarkan RPJMN 2015-2019 .Pembangunan Rusun juga sebagai solusi akibat kenaikan harga tanah yang menjadi pendongkrak utama kenaikan harga rumah yang naik rata-rata 20% pertahun. “Selama ini pemanfaatan lahan perkotaan makin mempersulit warga berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah,”.

Selain diperuntukkan bagi MBR, Rusun yang dibangun nantinya juga diperuntukkan  bagi mahasiswa, santri ponpes serta pekerja. “Saat ini Indonesia sudah mendekati krisis perumahan, karena jumlah backlog perumahan sudah mencapai 15 juta dengan tambahan satu juta pertahun. Rusun ini akan mengurangi jumlah backlog yang terus bertambah,” katanya.

Pembangunan Rusun merupakan salah satu solusi dalam penyediaan hunian secara vertikal dengan memanfaatkan lahan secara efektif dan efisien. Rusun mampu mewadahi dan mengakomodasi kebutuhan ruang untuk tempat tinggal masyarakat perkotaan secara lebih terkendali, terencana, padat dan terkonsentrasi poada lokasi-lokasi yang tepat. “Proyek ini juga mampu meningkatkan nilai-nilai efisiensi terhadap lahan, jaringan transportasi dan infrastruktur perkotaan,” tuturnya./Nwi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here