APTIRMIKI : Masih kekurangan Tenaga Rekam Medis

0
154

SURABAYA,- SINAR POS 

Asosiasi Perguruan tinggi Rekam Medis Dan Managemen Internasional Kesehatan Indonesia (APTIRMIKI) menggelar Rapat Kerja Pengurus APTIRMIKI periode 2015-2020 di Surabaya Jum’at (2/2) hingga Sabtu (3/2).

Nuryati ketua umum Aptirmiki didampingi oleh Hosisah pembina dan Edy Susanto pengawas Aptirmiki, mengatakan,  Anggota kami sebanyak 51 perguruan tinggi, seluruh Indonesia yang menyelenggarakan pendidikan D3, Sarjana terapan  dan S1, baik rekam medis maupun nomenklaturnya managemen  kesehatan. Kita bersama sama disini, bagaimana kita mengelola program sendiri rekam medis, dalam hal ini agar  sesuai standard, menghasilkan kelulusan yang qualified,  yang bisa lulus support, kemudian bisa mendapatkan STR dan SIK.(surat ijin kerja).

Kalau didata bisa 56.  Prodinya sampai dengan 49  D3,   D4 ada 4,  S1 ada 3. Yang resminya jadi anggota. , tapi ada yang sedang di proses ada 3 juga s1 d3 maupun d4. Tapi yang resminya Perguruan tinggi ada 51.

Kalau Ini  perguruan tinggi yang sudah mendapatkan  ijin operasionalnya dari  DIKTI, menyelenggarakan  program  D3, D4 dan S1. Kemudian mendaftar jadi anggota APTIRMIKI, nah kita proses jadi keanggotaan itu  51. Yang sudag resmi.

Sekarang lagi macdonald, apalagi dengan BPJS ini salah satunya adalah kompetensi dari coder BPJS ahirnya peminat untuk D3 dan D4 dan S1 meningkat. Kalau pengalaman kami dari D3 meningkat.,  Kemudian D4 dan S1 juga karena  kebutuhan. Ada satu perguruan tinggi 6 kelas parallel. Primadona bagi calon Mahasiswa, kalau itu Citra Medika.

“Ada seleksi pembatasan bagi jumlah mahasiswa, Semarang 45” . Kalau kebutuhan masih tinggi. karena nanti di tahun 2020 semua tenaga kesehatan khususnya perekam medis itu minimal D3. Saat ini banyak yang belum punya D3. Tuturnya. (Nwi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here