BNI Wilayah Surabaya dikasih Target 1,6 Triliun

0
78

SURABAYA,- SINAR POS 

Bank Negara Indonesia Wilayah Surabaya menyelenggarakan Rapat Bisnis tahunan  di Surabaya pada hari Kamis (1/2).

CEO PT Bank Negara Indonesia (BNI) Kanwil Suarabaya Muhammad Jupri , mengatakan  pihaknya menggelar rapat tahunan yang diselenggarakan dua kali setahun,  Untuk  mengevaluasi  pencapaian pencapaian  ditahun sukses  tahun 2017, apa yang telah tercapai dan mungkin apa yang tidak dicapai, kemudian    yang dicapai menjadi  sitem line  pembelajaran untuk ditingkatkan lagi di tahun 2018 ini, dan yang tidak tercapai itu merupakan bahan evaluasi buat kami untuk diperbaiki, tujuannya kita meng evaluasi dan kemudian kita mendapatkan  target target baru, tentu target baru itu perlu kita komunikasikan dan kita siapkan strategi strategi untuk mencapainya.

Ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, mungkin yang paling krusial, kami di tahun 2018 ini adalah  bank pemerintah yang dipercaya  untuk menyalurkan  kartu Tani, kemudian juga menyalurkan KUR, itu program dari pemerintah, yaitu mungkin  target yang telah diberikan managemen kepada wilayah saya Surabaya itu sangat menantang sekali.

Jadi tahun lalu kita bisa  menyalurkan sekitar  800 miliar  lebih  dan tahun ini diberikan tantangan luar biasa Surabaya, khususnya  kami di jawa timur ada dua, malang dan Surabaya, diwilayah ini dikasih target Rp.1,6 triliun, tahun lalu kami diberi Rp.890 miliar, sekarang dikasih target Rp.1,6Triliun.

Pemerintah juga melalui Kementerian Pertanian menunjuk  untuk wilayah jawa timur, untuk pendistribusian  kartu tani itu kepada BNI, lumayan banyak kartu tani yang diberikan kepada kami, itu ada kurang lebih hampir 800 ribu, kalau ini kita distribusikan dengan baik, tentu itu buat pintu masuk buat pembiayaan kepada sektor pertanian kepada petani. Jadi  dengan 800 ribu seumpamanya kami bisa deliver,  kami salurkan dengan  baik kartu itu, misalnya dengan luasan lahan, kalau satu hektar itu kurang lebih tigabelas juta ongkos untuk tanam, petani kan tidak punya duit semuanya, kalau misal setengahnya enam juta, itu mereka butuh, kalau umpamanya hasil survey kami rata rata 0,5 hektar per orang. 6 atau 6,5 juta perhektar, jadi  umpamanya setengah saja, 3 juta itu mereka minta pembiayaan atau 4 juta ke bank, kita tinggal kali saja dengan potensi  sekitar  300 ribu,  itu sebenarnya  kalau 2,8 saja lewat. Kalau KUR itu sampai dengan 4 juta kan sesuai  dengan ketentuan pemerintah bahwa itu termauk dalam KUR  di claw sampai dengan 25 juta, tanpa dimintai agunan. Jadi atas apa yang menjadi obyek itu,  kalau umpamanya lahan pertanian itulah obyek kita. Dan disamping itu juga ada kerjasama kami dengan perusahan perusahaan penjaminan.    Mereka juga bisa men support.

Sejauh ini kita sudah hampir 50 persen  dari target, kita akan back up, supaya penyalurnya kita berharap  sampai dengan maret ini kami harapkan sudah tersalurkan sehingga    simpanan mungkin maret nanti  di artikan mungkin bisa dua kali, kalaupun  belum, ini sebagian yang kita 40 sekian persen hampir 50 persen yang kami  salurkan itu menjadi pintu masuk kami untuk penyaluran KUR, supaya  mungkin lebih di simpanan berikutnya.

Kalau umpamanya dua kali setahun, munkin bulan 9 atau agustus lagi kita bisa masuk. Artinya kalau sudah kita bisa  distribusikan, semakin  cepat peluang  kesempatan untuk kami untuk menyalurkan kredit  KUR.

Kita punya target 800 ribu petani, kita salurkan baru 50 persen itu kan baru 400 ribu, kalau rata rata satu orang dapat 4 juta itu dua T, target kami tadi 1,6 T selesai. Tutur Muhammad  (Nwi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here