Chusnul Chotimah Akhirnya Memimpin PAFI Surabaya Untuk 5 tahun kedepan

0
386

SURABAYA, SINAR POS – Dengan hadirnya 75 anggota Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Surabaya  akhirnya  Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscab-Lub)  memilih Chusnul Chotimah untuk menggantikan Catur Winarni. di Hotel Garden Palace, Surabaya, Minggu (28/1).

Jumlah anggota PAFI di Surabaya tercatat sebanyak 3.000 anggota. Namun demikian, masih banyak yang belum terdaftar. Ini tugas kami untuk membuatkan data-base,” kata Ketua PC PAFI terpilih Surabaya, Chusnul Chotimah didampingi Redatini, Dewan Pengawas PAFI Surabaya kepada media massa seusai Muscablub, kemarin.

Progam PAFI Surabaya pada tahun ini, akan dibagi dalam korwil (koordinator wilayah). Sehubungan Surabaya  banyak anggotanya akan dibagi dalam Korwil Surabaya Selatan, Surabaya Utara, Surabaya Timur dan Surabaya Pusat untuk  melaporkan berapa tenaga teknis kefarmasian (TTK) yang ada , ujarnya.

Pafi akan bikin database dan setiap korwil akan dilaksanakan program sosial, usaha,  humas, dan pendidikan. Selain itu, profesionalisme tenaga ahli farmasi sudah memenuhi kebutuhan pasar kerja. bahkan, masih banyak permintaan ahli farmasi dan akan terus dicari.   permintaan. Setiap tenaga kefarmasian, harus punya surat tanda registrasi (STR). Kalau tidak punya akan dikeluarkan oleh apotik (tempat bekerja). Tak punya STR, apotiknya akan  ditutup.

Mereka yang tergabung dalam PAFI adalah para lulusan  D-3 Farmasi , S-1 Famasi, atau SAA (sekolah asisten apoteker) . Para lulusan farmasi pasti bekerja.  Tenaga teknis kefarmasian (TTK)  bekerja dengan pengawasan apoteker, ujar Redatini, Dewan Pengawas PAFI Surabaya .

Selama ini, PAFI tidak ada  kekhawatiran adanya serbuan tenaga asing, karena sekarang ini sudah era global. “Bagaimana kita tingkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) TTK  supaya lebih kompeten dan profesional dengan uji  kompetensi. Begitu pula dengan tenaga asing yang masuk ke sini, harus ujian kompetensi dulu,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua I Pusat PAFI, Budi Janu Purwanto menyatakan , program PAFI tahun ini masih tetap melaksanakan dan mengawal anggota untuk memenuhi ketentuan UU No 36 Tahun 2014 tentang tenaga kesehatan. Dipersyaratkan TTK,  terutama mahasiswa yang akan menyelesaikan pendidikan uji kompetensi. Untuk hal ini, PAFI bekerjasama dengan perguruan tinggi untuk melakukan uji kompetensi secara nasional.
Anggota PAFI nasional mencapai sekitar 280 ribu. Atau empat kali lipat dari anggota Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) sebanyak 70 ribu, ujarnya.
Salah satu tugas PAFI adalah mensosialisasikan peraturan yang baru diterbitkan yaitu  UU tenaga Kesehatan, Permenkes No 80 thun 2016 tentang penyelenggaraan  pekerjaan tenaga kesehatan. Peraturan ini disosialisasikan pada  anggota dan pelaku usaha.

Sementara itu, Ketua PD PAFI Jatim Hendro Tri Pancoro menyatakan, bahwa Jatim  memiliki anggota sekitar 15.000. Mereka adalah tenaga profesional di bidang kefarmasian. (Nwi)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here