DI GUYUR HUJAN 9 JAM, JALUR LUMAJANG – MALANG VIA RANUPANE LUMPUH

0
294

Lumajang,-Sinar Pos

Hujan intesitas ringan – deras yang mengguyur kabupaten Lumajang pada Kamis 25 Januari 2018 kembali berdampak di wilayah jalur utama Lumajang – Malang via Ranupane.

“Setelah diguyur hujan selama 9 jam, tadi pagi (26/01/2018) kita mendapat laporan dari relawan kita yang di Ranupane bahwa terjadi longsor dan pohon tumbang di 2 titik. Yang pertama di area Watu Tulis sedangkan yang kedua dampak hujan adalah Pohon tumbang di daerah Bantengan” demikian tutur M. Wawan Hadi S, Sh, M.Sc (Kabid. Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Logistik Kabupaten Lumajang).

Setelah mendapat informasi tersebut BPBD melalui Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Kabupaten Lumajang menggerakkan TRC PB BPBD dan personel Posko Terpadu Siaga Bencana untuk melakukan assessment sekaligus penanganan longsoran di Ranupane.

Longsoran 40 kubik dengan panjang 6 meter, tinggi tumpukan longsor 1,5 meter dan lebar 4 meter yang terjadi pukul 08.05 WIB di area Watu Tulis Dusun Dusun Besaran Desa Ranupane Kecamatan Senduro menutup total akses jalan satu-satunya masyarakat Ranupane menuju kecamatan Senduro, demikian pula sebaliknya.

Longsor juga menimpa bagian depan sepeda motor milik Sugeng Prayitno, warga Tumpang yang saat itu sedang melintas.  Berkat sinergitas dan kesiapsiagaan masyarakat bersama Koramil Senduro, TRC BPBD dan personel Posko Terpadu Siaga Bencana akhirnya pada pukul 13.00 WIB longsoran berhasil dibersihkan secara manual dan arus lalu lintas di jalur tersebut kembali normal.

“Pada pukul 11.00 WIB sebetulnya jalan sudah bias dilalui oleh pengendara roda 2 dan roda 4 walalupun dengan sistem buka tutup, tapi setelah kita upayakan kerjabakti bersama warga, BPBD dan Personel Posko Terpadu, akhirnya pukul 13.00 WIB jalur bisa dilalui normal kembali”, demikian disampaikan Kapt. Onny (Dan Ramil 0821/03 Senduro).

Setelah melakukan penanganan longsor, tim melakukan penanganan pohon tumbang di kawasan Bantengan Dusun Sidodadi Desas Ranupane Kecamatan Senduro. Pohon Akasia berdiameter 30 cm  dan tinggi 9 meter tumbang karena hujan yang disertai angin kencang dan menyebabkan akses jalan utama Lumajang – Malang lewat Ranupane tertutup total dan berhasil dipotong dan dibersihkan pukul 14.40 WIB sehingga lalu lintas kembali normal.

Disaat musim penghujan, BPBD menghimbau agar masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaannya.

Bulan Januari sampai Pebruari sesuai prakiraan dari BMKG akan sering terjadi hujan dengan intesitas ringan sampai deras di Kabupaten Lumajang.

Untuk merespon pengaduan masyarakat tentang kebencanaan, di bulan Januari – Pebruari 2018 BPBD Kabupaten Lumajang membuka Posko Terpadu Siaga Bencana yang melibatkan TNI, Polri, Orari, Rapi, TRC PB dan Relawan PB.

“Dengan dibukanya Posko Terpadu ini, kita akan respons cepat semua pengaduan masyarakat yang berhubungan dengan bencana (banjir, longsor, puting beliung dan bencana lainnya)” , demikian lanjut pak Wawan yang juga Manager Pusdalops PB BPBD Kabupaten Lumajang. (pusdalops BPBD Kabupaten Lumajang).(rid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here