Pemprov Jatim Siapkan Dana Imunisasi Rp 98 Miliar, untuk Difteri.

0
57

SURABAYA, SINAR POS –  Radar Kesehatan kita kecolongan, sehingga Skuadron Difteri dengan dengan alat silumannya bisa membobol dan menyerang jatim dengan korban 460 orang dan meninggal dunia 16 orang.    Gubernur Jatim, DR H Soekarwo SH memerintahkan Prof Kohar, Kadinkes Jatim sebagai  ketua tim untuk mengatasi kasus luar biasa ini secepatnya.

Gubernur Jatim, H Soekarwo SH menyatakan, ini masalah serius dan harus segera ditangani. “Kami minta Prof Kohar menjadi ketua tim untuk mengatasi kasus ini. Pak Kohar dan bagian keuangan tinggal di sini untuk membahas langkah konkretnya,” ujarnya. seusai  membuka  Rapat Koordinasi Pemantapan Outbreak Response Immunization (ORI) Difteri di kantor Dinkes Jatim, Rabu (17/1).

Gubernur merasa sedih dengan adanya  serangan difteri ini. Padahal, fasilitas kesehatan paling lengkap di Jatim ini. Ada 150 rumah sakit, 961 puskesmas dan 3.219 polindes yang tersebar di Jatim.

langsung dilakukan imunisasi di daerah masing-masing.  Total kebutuhan anggaran untuk imunisasi sebesar Rp 98 miliar. Sekitar Rp 49 miliar dari Pemprov. Jatim dan Rp 49 miliar dari kabupaten/kota di Jatim ini, katanya.

Selanjutnya,  Kadinkes Provinsi Jatim Prof Dr Kohar HS mengatakan, sampai akhir Desember 2017 tercatat sebanyak 460 pasien menderita difteri di  Jatim dan yang meninggal dunia 16 orang.

“Angka ini terbilang cukup tinggi. Namun, kami memiliki optimisme tinggi dengan kehadiran bupati se-Jatim di sini untuk mengatasi difteri. Ini membutuhkan  komitmen dari stake holder dan pelaksana. Perlu imunisasi optimal dan vaksin yang sesuai standar,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Untung Suseno,  menepis kabar yang berkembang bahwa vaksin difteri dapat menyebabkan komplikasi jantung. Adanya broadcast message yang sempat viral tentang penyakit myocarditis setelah melakukan vaksinasi difteri juga dibantah. Menurut Sekjen,  vaksin difteri salah satu manfaatnya adalah menjadi penghalang masuknya kuman difteri, sehingga mampu mencegah terjadinya peradangan pada otot jantung atau yang sering disebut penyakit myocarditis. Dan beliau bilang belum pernah dengar itu. Justru yang bisa menyebabkan meninggal jika kuman difteri menyerang jantung. Bukan karena vaksinnya,” tuturnya. (Nwi)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here