Berani, Tegas, komitmen

Berani,Tegas, komitmen

PERINGATAN 25 TAHUN HARI DISABILITAS INTERNASIONAL

Lumajang,Sinar Pos

Tepat pada hari ini 3 Desember pada 25 Tahun silam PBB mencanangkannya sebagai Hari Disabilitas Internasional melalui Resolusi 47/3 Tahun 1992, pencanangan itu bertujuan untuk mempromosikan Hak-hak dan Kesejahteraan Penyandang Disabilitas dalam segala sendi kehidupan masyarakat yang selama ini terpinggirkan bahkan sering terdiskriminasi dalam segala aspek.

25 tahun setelah ditetapkan apakah Hak-hak dan Kesejahteraan Penyandang Disabilitas sudahkah lebih baik? Jawabannya adalah Tidak juga menuju arah perbaikan, masih banyak program-program pemerintah yang bersifat charity dan tanpa pelibatan Penyandang Disabilitas, padahal jumlah penyandang disabilitas merupakan 15% dari penduduk dunia. Bahkan jumlah ini akan bisa semakin bertambah karena faktor kebencanaan dan wabah penyakit, serta kecelakaan, kemudian dg prosentase 15% itu apakah harus diabaikan hak-hak dan kesejahteraan Para Penyandang Disabilitas? Tentu saja tidak boleh diabaikan, karena dengan mempromosikan hak-hak dan kesejahteraan penyandang disabilitas sama juga mengurusi persoalan umat manusia, karena siapa yang bisa menjamin seseorang tidaklah menjadi disabilitas? Ya setiap orang mempunyai peluang yang sama untuk menjadi disabilitas, semisal dia terkena diabetes dan kakinya harus diamputasi atau seseorang terkena Schizophrenia mereka pasti sudah masuk ke dalam golongan penyandang disabilitas. Lantas bagaimana kondisi Penyandang Disabilitas di Indonesia?


Saat ini memang sudah disahkannya UU NO. 8/2016, tetapi apakah cukup. UU itu harus ada aturan implementatornya. Baik itu berupa Peraturan Pemerintah dan aturan-aturan di bawahnya. Ingat jangan sampai UU no.8/2016 menjadi menara gading. Sudah 1 tahun berjalan UU itu tak kunjung jua ada Peraturan Pemerintahnya, hari ini teman-teman dari Organisasi Disabilitaspun mencoba membantu pemerintah untuk merumuskan aturan implementasi dari UU No. 8/2016.

Sesuai Tema Hari Disabilitas Internasional yang diambil tahun ini yaitu “Menuju Masyarakat Inklusi Yang Tangguh dan Berkelanjutan (Transformation towards sustainable and resilient society for all), apakah prasyaratnya sudah terpenuhi di Indonesia? Tentu saja ini menjadi PR bagi kita utamanya Pemerintah Indonesia yang mampu membuat kebijakan yang inklusif dengan menciptakan kesadaran kepada aparaturnya untuk selalu membuat kebijakan berdasar kepada Pengarusutamaan Disabilitas (Disability Mainstreaming) dari tingkat pusat sampai tingkat terendah.

Akhirul kalam ” Selamat Merayakan Hari Disabilitas Internasional” “Kesetaraan Hak Bagi Disabilitas adalah Harga Mati”
“Bangsa Yang Besar adalah Bangsa yang menjunjung tinggi Harkat dan Martabat rakyatnya utamanya Penyandang Disabilitas”
“Unity in Diversity”

Demikian Direktur LBH Disabilitas Jawa Timur
Hari Kurniawan,SH.menyatakan dalam pers releasenya kepada wartawan sinar pos via cellular phone.(Rid)

Komentar anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *