Berani, Tegas, komitmen

Berani,Tegas, komitmen

Prov.Jatim Jalin Kerjasama Dengan BAPETEN

SURABAYA, SINAR POS – Provinsi Jawa Timur lakukan penanda tanganan kerja sama dengan BAPETEN ( Badan Pengawas Tenaga Nuklir) guna meningkatkan pelaksanaan pengawasan  terhadap pemanfaatan  ketenaganukliran, khususnya di Jawa timur. Di Surabaya Senin (27/11).

Kerja sama ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan pemaham,an masyarakat akan pentingnya keselamatan dan keamanan pemanfaatan tenaga nuklir di Jawa timur. Yang nantinya dapat dilakukan melalui edukasi dan informasi public terkait fungsi kelembagaan…

Gubernur Jatim, Soekarwo mengatakan, energi nuklir bermanfaat bagi umat manusia karena selain efisien, energi ini bisa mengatasi kelangkaan energi. Menurutnya, di Jatim ada energi listrik namun ongkosnya sangat mahal.

Kapasitas pembangkit di Jatim sendiri sebesar 8.860 MW yang digunakan untuk memenuhi beban puncak 4.995 MG sehingga surplus energi pembangkit Jatim sebesar 3.865 MW. Surplus ini dimanfatkan untuk memenuhi kebutuhan Jateng, Jabar dan DKI Jakarta sebesar 2.332 MW dan Bali sebesar 334 MW. “Efisiensi nuklir membuat kita tidak perlu subsidi,” ujarnya.

Menurutnya, energi nuklir di Jatim dimanfaatkan untuk tiga hal. Pertama di bidang kesehatan tenaga nuklir biasa dimanfaatkan untuk alat rontgen maupun radio therapy. Di bidang pertanian, tenaga nuklir dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan varietas padi unggul dan murah. Padi jenis ini juga dianggap tahan terhadap organisme pengganggu tanaman.

Kemudian di bidang industri, tenaga nuklir salah satunya dimanfaatkan pada proses irradiasi makanan untuk pengawetan maupun digunakan memeriksa ketebalan kertas pada proses produksi. “Share industri kita terbesar kedua di Indonesia yakni sebesar 21,08 persen, sehingga pemanfaatan tenaga nuklir di bidang industri sangat penting,” tandasnya.

Kepala Bapeten, Jazi Eko Istiyanto  mengatakan, Provinsi Jatim di Tahun 2017 ini dijadikan sebagai pilot project keselamatan nuklir di Indonesia. Hal ini dikarenakan Jatim sebagai pengguna energi nuklir terbanyak kedua di Indonesia setelah Jawa Barat. Bapeten akan melakukan pengawasan dan verifikasi terhadap instansi yang menggunakan tenaga nuklir, salah satunya rumah sakit. Setelah verifikasi, Bapeten akan menempelkan stiker hijau untuk hasil penilaian yang baik, kuning untuk sedang dan merah untuk penilaian kurang.  Jadi masyarakat bisa melihat bila stikernya hijau berarti aman, kalau stikernya merah, masyarakat jangan datang ke RS tersebut,  ujarnya.

Menurutnya, saat ini instansi di Jatim yang menggunakan teknologi nuklir sebanyak 368 instansi medik dan 612 sumber radiasi pengion. Serta di bidang industri, ada 135 industri dan 455 izin sumber radiasi pengion. Sedangkan salah satu RS di Jatim yang pernah memperoleh penghargaan Safety Award dari Bapeten adalah RS. Dr. Soetomo.

Ke depan, pihaknya  menargetkan agar semua RS dan industri di Jatim terverifikasi baik dengan stiker berwarna hijau tutur Jazi.(Nwi)

 

Komentar anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *