Berani, Tegas, komitmen

Berani,Tegas, komitmen

Kota Bekasi Sukses Sebagai Kota Atau Kabupaten Pertama Yang Memproduksi Sampah Menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS

Kota Bekasi, Sinar Pos

Kunjungan langsung Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ir. R. Sudirman MM  datang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA,red)  di kelurahan Sumur Batu Kecamatan Bantargebang. Kunjungan dimaksud sebagai Cek dan Ricek tentang alat Pembangkit Listrik Berbasis Sampah atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah. Di dampingi langsung oleh walikota Bekasi, Dr. Rahmat Effendi, beserta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Jumhana Lutfi dan Komisasris Utama PT. Nusa Wijaya Abadi, Tedi Sujayanto.

Pembangunan pengolahan sampah menjadi energi listrik ini untuk mengarah pada penekanan volume sampah yang ada di wilayah Kota Bekasi sekaligus menciptakan energi terbaru sumber tenaga listrik. Hal ini di sampaikan pihak dari PT. NWA kepada wartawan bahwa pengelolaan sampah berbasis Listrik ini  di Kota Bekasi membutuhkan 5 unit untuk mengolah sampah, sehingga sampah yang telah di kelola setiap hari  bisa mencapai 100 sampai dengan 150 ton untuk sumber energinya dan bisa menjadi tenaga listrik, nantinya jika sesuai target akan menjadi 2500 ton per harinya dan menghasilkan 3400 watt, di peruntukan sebagai pasokan  Listrik di Kota Bekasi khususnya dan umumnya nilai jual ke perusahaan swasta.

Disela – sela kegiatan meninjau PLTS Sumur Batu, Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup RI, Sudirman mengatakan kepada awak media “ Bahwasanya Kota Bekasi merupakan kota pertama yang menggunakan teknologi dalam mengubah sampah menjadi listrik. “Kota Bekasi menjadi kota pertama yang ada di Indonesia dalam menerapkan teknologi ini, dan tentunya diharapkan akan menjadi percontohan bagi kota dan kabupaten lainnya. Lebih lanjut di sampaikan “ Kita Bisa bayangkan  kalau saja  kota dan kabupaten yang ada di Indonesia menerapkan seperti tekhnik metode seperti yang ada di Kota Bekasi maka persoalan sampah akan selesai dan Indonesia tidak akan kekurangan energi. Ungkapnya.

  Di tambahkan Ir. R. Sudirman bahwa hasil kunjungan ini akan segera di laporkan ke Bapak Presiden RI karena Beliau pada target kerjanya menargetkan untuk pengelolaan sampah menjadi energi listrik. Dan secara pribadi Sudirman mengatakan Sukses untuk pak’ Walikota Bekasi atas telah berhasilnya dalam pengelolaan PLTS ini.  Imbuhnya seraya tersenyum.

 Sementara ditempat yang sama Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengatakan pembangunan PLTS Sumur Batu tidak menggunakan dana APBD. ” Kami bekerjasama dengan Pihak Ketiga yaitu PT. NWA Yang membangun dan mengelola pembangkit listrik tenaga sampah ini sebagai pihak swasta,” Jelasnya.

Masih menurut Wali Kota Bekasi,teknologi pemusnahan sampah berbasis energi ini akan dikelola sepenuhnya pihak ketiga tanpa menggunakan APBD Kota Bekasi. Dan tentunya akan ada system kerjasama yang baik antara pemerintah kota bekasi dan pihak ketiga dengan system bagi hasil berupa Pendapatan Asli Daerah dan Kompensasi dari produksi listrik berbahan sampah dari pihak swasta. Dan keuntungan lainnya yang di dapat adalah jelas penekanan volume sampah yang ada di Kota Bekasi akan terus berkurang sehingga alokasi dana bagi perluasan lahan TPA bisa ditekan, Tegasnya .

 Sementara Komisaris Utama PT Nusa Wijaya Abadi, Tedi Sujayanto mengatakan uji coba pengelolaan sampah menjadi energi listrik sejak maret 2017 dan MOu pengelolaan sudah dimulai sejak 2015, sampai pada saat ini investasi yang telah masuk sekitar 2,4 T sesuai standar permen Esdm no 12. Sudah menhasilkan pengelolaan sampah menjadi listrik 1,5 MW dari setiap 144 Ton sampah per hari. ” Kontrak perusahaan kami dengan Pemkot Bekasi 34,6 MW dari hasil pembakaran sampah dengan jumlah ±  4982 Ton/hari. Dijelaskan juga bahwa,dalam operasi yang perusahaan kami  lakukan tidak melakukan pencemaran lingkungan sekitar, karena ini bukan insenelator tapi perusahaan kami  menggunakan reaktor 1200 ͨsehingga dapat membakar sampah kurang dari tiga detik, keuntungan bagi warga Kota Bekasi sampah menjadi energi listrik, dan otomatis akan mengurangi gunungan sampah yang ada di TPA Sumur Batu,” Jelas Tedi Sujayanto.(Mono)

 

Komentar anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *