Berani, Tegas, komitmen

Berani,Tegas, komitmen

JEMPUT BOLA RECRUITMENT ANGGOTA POLRI,KAPOLRES MALANG GANDENG PEMDA

MALANG,SINARPOS
Polres Malang akan jemput bola dalam merekrut calon anggota Polri. Ini untuk mewujudkan Polisi cerdas dan unggul di masa depan.dengan cara mendatangi sekolah-sekolah dan bekerjasama dengan Pemkab Malang serta stakeholder.
Program baru ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Polres Malang dan Pemda Kabupaten Malang, dalam rangka pembinaan dan pelatihan putra putri unggulan guna mewujudkan rekrutmen Polisi cerdas dan unggul, di aula PG Kebonagung, Pakisaji.Selasa 21/11/2017.

“Langkah ini adalah untuk perbaikan awal untuk mencari anggota Polri yang benar-benar berkompeten. Caranya dengan menjaring bibit-bibit unggul, dengan mengecek serta sosialisasi ke sekolah. Sehingga ketika nanti ada rekrutmen, mereka sudah siap,” jelas Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung.

Pemkab Malang dan stakeholder dilibatkan dalam penjaringan bibit unggul ini, karena untuk saling menukar informasi. Melalui beberapa SKPD, seperti Dispora, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Dinas Pendidikan.sehingga diharapkan bisa memberikan bocoran tentang putra putri yang memiliki prestasi. Baik prestasi akademik ataupun non akademiknya.
Mereka yang memiliki prestasi di sekolah mulai kelas 1 sampai kelas 3, terutama siswa-siswi SMA akan dipantau. Kemudian akan diberi pelatihan dan pembinaan, untuk dipersiapkan masuk dalam anggota Polri. Mulai dari kesehatan, olahraganya serta akademiknya.
Sehingga ketika nantinya mereka berminat menjadi anggota Polri, sudah sangat siap. Sebab pengalaman selama ini, banyak anak SMA yang mendaftar anggota Polri tidak mengerti tentang tata cara dan syaratnya.

“Jika bibit-bibit unggul ini nantinya terpilih menjadi polisi, maka bisa dipastikan mereka akan menjadi polisi yang hebat, cerdas dan unggul. Tetapi kami tidak menjanjikan mereka masuk, hanya memberikan jalan untuk menjadi polisi yang smart dan profesional,” ungkap Kapolres Malang.

Bupati Malang, Dr. H Rendra Kresna,dalam sambuntanya mengatakan, terkait program jemput bola calon polisi perwira dan bintara ini, diharapkan bisa disosialisasikan sampai tingkat bawah. Karena tidak sedikit yang mengerti cara untuk menjadi Taruna Akpol atau Bintara. Dengan begitu, harapannya banyak rakyat Kabupaten Malang, yang bisa jadi Bhayangkara Indonesia.

“Jumlah personil polisi dan PNS itu masih kurang. Banyak yang ingin menjadi polisi dan PNS. Tetapi karena jumlahnya dibatasi, maka yang lain harus antre. Sebab rasio antara jumlah polisi dan masyarakat di Kabupaten Malang ini, sangat berbanding jauh,” beber Rendra Kresna.

Senada dengan Kapolres Malang dan Bupati Malang,Ketua DPRD Kabupaten Malang, Hari Sasongko, mengapresiasi program jemput bola rekrutmen anggota Polri. Karenanya agar proses rekrutmen berjalan baik, semuanya harus berperan aktif memberikan informasi. Tidak hanya Pemkab Malang, tetapi Muspika dan Kepala Desa juga harus berperan aktif.
“Jemput bola rekrutmen anggota Polri dengan seleksi bibit unggulan ini, sangat bagus. Sehingga nantinya bisa memajukan bangsa. Keamanan dan ketertiban masyarakat ke depan, pastinya akan lebih baik,” papar Hari Sasongko.(ham)

Komentar anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *