Berani, Tegas, komitmen

Berani,Tegas, komitmen

DI JAWA TIMUR, 2 ORANG MENINGGAL DI PERLINTASAN KERETA API SETIAP HARI

Surabaya,Sinar Pos

Dinas Perhubungan Jawa Timur  menggelar  Rapat Koordinasi Perkereta Apian dengan tema, “Keselamatan Perkereta Apian dan Peran Pemerintah Daerah”, di Hotel Santika Primier Gubeng Surabaya, 21 November 2017.

Edi Nursalam, Ditjen Perkereta apian Kementerian Perhubungan mengatakan,  Terima kasih kepada Dishub Jatim,  tujuan utama kita, menyelamatkan anak bangsa yang jadi korban setiap hari. Masih banyak perbedaan di pemangku kepentingan. Sehingga banyak kesediaan yang terbengkalai. Misalnya yang memperbaiki  jalan tidak pernah memasang rambu, dipintu perlintasan, masih ada perbedaan perbedaan, jadi masih lumayan, kita berikan penjelasan penjelasan, dan kita buat catatan.

Jadi disetiap bidang itu sudah ada penjelasan resminya. Selama ini yang kita jaga 1194  Perlintasan. Sedangkan  yang  4600 lainnya tidak dijaga. Yang 4600 itu tidak ada ijinnya. Jadi  kita harapkan pemerintah daerah , membangun sendiri  bersama  masyarakat dan difasilitasi oleh pemda. Terutama kabupaten kota. Yang provinsi dan nasional sudah clear. Banyak  yang terjadi dikabupaten kota, malah pakai dana desa. Yang ini harus di amankan, jangan sampai masyarakat jadi korban ujarnya.

Harapan kedepannya, kita kurangi jumlahnya, jika tidak kita kurangi , minimal harus kita amankan, jangan sampai orang jadi korban kecelakaan.   Ini tanggung  jawab  penyelenggara Negaran. disini Negara belum hadir. Masih banyak korban, masak masih dibiarkan terus. Jawa timur mudah mudahan bisa mewujudkan impian itu.   Di Jawa timur, kalau kecelakaannya setiap hari. Tapi tidaka ada yang bisa mengatasi. Dari bulan Januari hingga Agustus,  total  ada  266 kejadian. Korban di jalur kereta api sekitar 70 orang perbulan, jadi 2 orang jadi korban perhari tutur Edi Nursalam.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur,  Wachid  Wahyudi,  menyatakan,  Di Jawa timur, jumlah perlintasan sebidang itu cukup banyak, ada 1.406. Oleh karena itu rakor ini kami mengundang kabupaten kota yang diliwati oleh jaringan kereta api. Karena  perlintasan sebidang itu 90% perlintasan kabupaten kota dengan jalan desa. Yang kedua, kami harapkan kabupaten kota itu punya master plan, jangan setiap ada kawasan baru itu muncul perlintasan liar sekali. Justru yang kami harapkan adalah penutupan penutupan sebidang. Itu supaya mengurangi  kerawanan terhadap  kecelakaan. Kecelakan di perlintasan sebidang itu tingkat katalitasnya tinggi.

Di jatim tahun 2016 kemarin terjadi 31 kecelakaan  39 orang meninggal dunia. Oleh karena itu kita perlu perhatian ekstra terhadap perlintasan sebidang  itu. Yang ketiga, Rakor ini  untuk menyamakan persepsi, menyamakan didalam memahami  peraturan perundangan terkait dengan lintasan sebidang, karena ada undang undang nomor 22 tentang lalu lintas angkutan jalan, ada undang undang  jalan, ada undang undang yang mengatur tentang kewenangan, ini kan masih ada perbedaan perbedaan persepsi didalam menangani  perlintasan. Contoh, kalau rusaknya jalan di perlintasan, itu tanggung jawabnya siapa. Sering kali kementerian PUPR, atau  jajaran PU, bilang, itu tugasnya KAI, sedangkan KAI bilang itu tugasnya PU, bukan komponen rel itu tugasnya Bina Marga, ini dalam  rangka menyamakan persepsi.ini kita agak agak program bersama  didalam menjamin keselamatan di perlintasan.tutur Wachid Wahyudi. (Nwi.)

 

 

 

Komentar anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *