Berani, Tegas, komitmen

Berani,Tegas, komitmen

Paguyuban Lintas Iman Lumajang Peringati Hari Toleransi Sedunia

Lumajang,Sinar Pos

Dalam  rangka peringatan Hari Toleransi Sedunia yang jatuh pada hari ini 16 November 2017, Komunitas berbagai agama yang tergabung dalam paguyuban Lintas iman Lumajang mengadakan acara bertema”Kenduri Literasi Toleransi”.

Acara ini diselenggarakan atas kerjasama  Gusdurian, FKUB, CIO arts Culture, Sanggar semeru dan di fasilitasi oleh Pemerintah kecamatan Lumajang kota yang bertempat di pendopo kecamatan Lumajang JL. A. Yani No.9 Kepuharjo.

Hadir dalam acara tersebut Forkopimka kecamatan Lumajang kota(Camat,Danramil dan Kapolsek), juga Asisten ekbang Ir. Agus Widiarto serta semua seluruh komunitas Lintas Iman baik dari agama islam, protestan, katholik, hindu,konghucu dan budha yang berjumlah sekitar kurang lebih 100 orang.

Dalam pembukaan, CIO art culture mengisinya dengan  menyanyikan tembang padang bulan dan gundul-gundul pacul yang di iringi musik dangglung khas Lumajang.Kemudian di isi dengan sambutan Bapak Drs.Rasmin sebagai camat Lumajang yang menyampaikan,
kutipan dari faunding father bangsa indonesia “bahwa bangsa ini besar karena perbedaan. Termasuk perbedaan agama serta bersepakat bahwa pancasila  sebagai ideologi pemersatu”, oleh karena itu bangsa ini jangan sampai dikoyak oleh isu-isu  sara ataupun ideologi yang lain selain pancasila.

Lalu semakin semarak  saat tampil beberapa perform dari komunitas berlatar belakang berbagai macam agama di lumajang ini, antara lain :
– Tari “Legong kraton” dari sanggar buana
Pura mandara giri semeru
– Perkusi lagu “Gebyar-gebyar”ciptaan
almarhum gombloh dari pemuda katholik
santa maria Lumajang
– Puisi berjudul “Toleransi” dari Mahrus ali
dan Kartini ayu
– Theaterikal musik dan puisi “Bhineka
Tunggal Ika ” dari sanggar mahameru di
iringi musik dangglung
– Nobar film” Aku Indonesia”
– Menyanyikan Lagu kebangsaan”Indonesia
Raya “bersama-sama

Suasana semakin khidmad saat diskusi tentang toleransi dari berbagai agama yang dipandu oleh Gus Aak Abdullah Al Qudus.Dalam diskusi tersebut dari masing-masing  nara sumber tokoh agama dan juga pemerintah yang diwakili oleh asst.ekbang bersepakat, bahwasannya lintas agama di lumajang harus di hidupkan dengan seni kebudayaan sebagai alat pemersatu dan sebagai contoh seperti acara pada malam hari ini.

Kemudian saat dipenghujung acara menghakhinya dengan melakukan do’a bersama-sama yang di wakili oleh tokoh agama masing-masing.(Rid)

Komentar anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *