Berani, Tegas, komitmen

Berani,Tegas, komitmen

BPJS KETENAGAKERJAAN GELAR FGD

SURABAYA, SINAR POS 

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Surabaya  menggelar Forum Group Discussion (FGD)  dengan menggandeng organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Surabaya untuk mendukung perluasan kepesertaan BPJS  di Hotel Santika Primier, Surabaya  Rabu (16/11).

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Karimunjawa, Suharto, mengatakan, pihaknya  mengajak  OPD untuk  meningkatkan anggota kepesertaan di Surabaya, sesuai peran masing-masing. Dalam acara ini,kami mengundang dinas-dinas yang menjadi binaan, supaya para pekerja, khususnya dari sektor swasta ini bisa terlindungi saat mereka menjalankan aktivitas yang melibatkan tenaga kerja Menurut Suharto, dia makin  banyak melakukan koordinasi dengan  Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya dan Badan Penanaman Modal Kota Surabaya. Kali ini, kami mengajak sebanyak 14 dinas, yaitu  Dinas Pariwisata, Dinas Koperasi UKM, Dinas Pendidikan dan  dinas lainnya yang mengeluarkan izin, Dengan Harapan, dinas yang mengeluarkan izin tersebut akan melampirkan syarat kepesertaan BPJS,  baik itu Ketenagakerjaan atau juga BPJS Kesehatan sebagai syarat mengeluarkan izin ujarnya.

“Khusus untuk pekerja yang ada di Pemerintah Kota Surabaya yang nonaparatur sipil negara saat ini sudah diikutsertakan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Totalnya mencapai 17 ribu orang,”. BPJS Ketenagakerjaan masih zero komplain berkat teman – teman media massa, tentang tata cara klaim dan sebagainya. Di Surabaya, ada empat kantor, yakni   BPJS Ketenagakerjaan Cabang Karimun Jawa, Cabang Perak, Cabang Darmo dan Cabang Rungkut. Tegasnya.

Kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mendapatkan dukungan, dan bekerjasama dengan Dinas Pariwisata. “Kita ingin mendapatkan daftar kafe-kafe, rumah makan dan klub-klub yang akan disortir mana yang sudah menjadi peserta atau belum. Kasihan mereka, yang belum ikut daftarkan diri,”. Juga Para wartawan  wajib ikut BPJS Ketenagakerjaan, kalau terjadi kecelakaan tidak bisa meliput. “Gajinya gimana ? Kalau istirahat di rumah, dapat penggantian transport dan kalau mengalami kecacatan maksimal dapat 56 kali penghasilan. Bila meninggal dapat 48 kali penghasilan,” ungkapnya.
Kalau lagi merokok bisa dibayangkan sendiri. “Kalau tidak ikut BPJS Ketenagakerjaan bisa dibayangkan. Kita mengalami kecelakan berapa yang dikasih bos ? Dapat kecil dan berdasarkan belas kasihan orang lain,” ucapnya.

Suharto menambahkan, para pedagang kaki lima, gojek, warung kopi, grab, uber, dan sopir taksi , bisa  ikut BPJS Ketenagekerjaan. “Saya targetkan 90 ribu kepesertaan formal dan 40 ribu yang informal untuk Cabang Karimunjawa,” tuturnya.

Sementara itu, Denny Suhardani, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Perak mengatakan, targetkan 18.500 untuk pekerja formal dan 10 ribu yang informal.

Sedangkan  Dwi Purnomo selaku Kepala Dinas Ketenagakerjaan Pemerintah Kota Surabaya mengaku menyambut baik kegiatan ini. (Nwi).

 

Komentar anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *