Berani, Tegas, komitmen

Berani,Tegas, komitmen

MONITORING DAN EVALUASI HASIL PELAKSANAAN PILOT PROJECT PSMP

SURABAYA, SINAR POS – Kementerian PUPR menggelar rakor pilot project PSMP  di Surabaya Senen hingga Rabu ( 3/11 – 5/11-2017).

Sukimin  Atmo  Sasmito kasubdit pembiayaan wilayah dua.PUPR,  mengatakan, Acara ini untuk memantau pilot project  masalah  PSMP  (Pembiayaan  Swadaya Mikro  Perumahan).  pembiayaan  mikro perumahan ini adalah titipan untuk  masyarakat yang tidak punya penghasilan tetap, , Nilainya  adalah 50 juta, jangka waktu pengembalian 5 tahun,  sehingga  saya, teman teman, pimpinan mencoba  untuk memberikan kesempatan untuk masyarakat kita yang sampai detik ini belum mempunyai  rumah. Dengan system pembiayaan seperti ini maka masyarakat kita yang tidak punya penghasilan tetap tadi, maka bisa ter atasi dan bisa terakomodir.  Memang  tahun 2017 ini adalah salah satu pilot projeck  dimana pilot projek ini  di  34 provinsi  baru 16 provinsi,  baru bisa  kita laksanakan, karena  memang bisanya itu.  2018 baru akan kita lakukan.

Kalau 2017 ini baru 16 provinsi baru kita jalankan.  Khususnya  untuk Surabaya ini adalan saya sendiri yang  jadi salah satu pendobrak dan mau mengetuai, di sesi ini atas perintah pimpinan, Pak Ditjen dan Pak Menteri yang mau seriusi bagaimana di blok perumahan ini betul betul teratasi di program  PSMP  itu. Karena begini Pak, kalau kita hanya mengandalkan yang namanya APBN saja, itu akan berat sekali, maka kita diperintah  untuk cari fitur fitur bagaimana supaya bisa  juga  bisa  memberikan suatu trobosan selain APBN.

Dan kita kita disarankan tidak menggunakan APBN saja, itu PSMP hadir adalah suatu solusi untuk menyelesaikan hal perumahan.  Ini mengentaskan  di blok perumahan.  di masyarakat yang tidak berpenghasilan tetap ini, untuk  bisa terlayani. Jadi Pemerintahan Jokowi ini  kita tidak boleh kerja setengah hati, itu harus nyata dan riel. Setelah PSMP ini nanti berhasil, maka ini akan jadi program besar yang betul betul  pimpinan akan memberikan apresiasi terhadap Pemerintah daerah secara keseluruhan. Karena ini terobosan baru yang betul betul harus kita laksanakan. Dan tentunya program seperti ini harus singkron antara pusat dan daerah.

Kalau kita hanya mengandalkan pusat saja, sedangkan daerah tidak kita libatkan, maka, yang tahu kultur didaerah hanya pemerintah daerah saja. Kita hanya sebagai fasilitator dan pendorong saja, regulasi itu adalah dikala  antara pusat dan daerah bersatu padu dan itu kita ciptakan bersama sama, untuk rakyat kita bekerja keras, insyaalloh tentunya, program program  seperti ini perlu perjuangan dan pengorbanan, tidak ada yang namanya keberhasilan itu tidak melalui Tuhan  saja, perjuangan harus  yang namanya pengorbanan harus, yang namanya saya bertemu pimpinan.ujarnya.

Di Surabaya ini, ada slogan yang betul betul menjadi cambuk buat saya.  kita harus bekerja keras, bersama kita bisa.  Setiap daerah punya slogan di solo namanya kerja kroyoan, tapi di Kalimantan, barat di Pontianak, dia menekankan yang namanya  memberikan  pemicu atau penyemangat, disana ada kata kata adil katalino, baturahmin kasaruga, jadi pada waktu kita mebuat  regulasi dan kebijakan itu, kita harus mengedepankan keadilan. Tidak  boleh ada pembeda, antara si miskin, antara si punya penghasilan tetap. Sama yang tidak punya penghasilan tetap, harus  di akomudir dan harus kita pikirkan bersama.ujar sukimin.

Ditambahkan Agus , kepala bidang perumahan, Sekarang  sedang  ada  pilot, saya belum bisa,  karena ngumpul ini belum bisa  menyampaikan kebijakan kebijakan, nanti ada  saran dari PAPT, itu tenaga ahli di bidang  pembiayaan  perumahan dan Pokja, nanti akan  ada masukkan data data, kasihan yang sudah  siap, khususnya yang ada di Surabaya.ujarnya.

Sukimin  menambahkan, Pilot projeknya ada di Surabaya dan Sidoarjo, dua lokasi itu , Provinsi Jatim memberi  amanah di dua lokasi itu. Misalnya rumah hulu, maksudnya rumah bilik, rumah gedek, yang kondisinya sangat sederhana, tapi memerlukan renovasi  atau perbaikan, maka program  PSMP (Pembiayaan Swadaya Mikro Perumahan)  di daerah itu memberikan pinjaman kepada yang membutuhkan, sebesar 50 juta, dengan cara pengembalian  selama lima tahun. Dengan jaminan,  kalau di pusat jam Krindo, kalau di daerah kartu jamkrida.  kalau sudah bisa dilunasi, yang 50 juta itu bisa pinjam kembali. Tutur Sukimin.(Nwi).

Komentar anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *