Berani, Tegas, komitmen

Berani,Tegas, komitmen

HARMONISASI DATA DAN INFORMASI SEKTOR PERHUBUNGAN

SURABAYA, SINAR POS 

Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur  menggelar Rapat Harmonisasi Data dan Informasi  Sektor Perhubungan  Antar Kabupaten Kota dan Provinsi, di Surabaya Senen malam dan Selasa  (13 – 14 /11/2017), serta diikuti sebanyak 182 peserta dari seluruh Jawa timur.

Arifin  Imanagi, SE  MM, Sekretaris Dinas Perhubungan Privinsi Jawa Timur  menyatakan, yang hadir  dari semua tingkat   dinas perhubungan di jatim yang mengelola data di kabupaten  kota dan provinsi jatim. Kita ini kompak dalam mengelola data data di prov jatim, mungkin ini satu satunya, di Indonesia.

Jatim telah mengalokasikan anggaran untuk pengelolaan data dan informasi sektor perhubungan. Kita di jatim, kumpul gini sudah  tiga kali, yang pertama, kedua  sebagai record data, dilaksanakan  dikantor kami.  yang ketiga ini menjelang akhir tahun, kita laksanakan harmonisasi data,  kita laksanakan seperti sekarang ini, di hotel,.  Sesuai komitment kita dalam pengumpulan data seperti yang kita sepakati, kita melaksanakan  setiap tiga bulan memberikan data ke kita yang di provinsi dishub jatim dari tanggal 1 sampai dengan tanggal 5. Kita melakukan tawadduk selama satu tahun ini dari teman teman, dari satker satker, dari dinas perhubungan kabupaten kota termasuk dari upt  dilingkungan perhubungan, kita kasih kompilasi datanya, siapa yang paling rajin, kita sudah data, kita sudah evaluasi. Maka dalam kesempatan malam hari ini, ada sedikit  reward kepada tiga terbaik, untuk pengumpulan data yang paling rajin, tepat waktu, tanggl 1 – tanggal 5.

Yang terbaik  ke tiga dari UPT  LLAJ Kediri. Kemudian  terbaik kedua dari UPT  LLAJ  Tulung agung  Yang terbaik utama dari non jauh disana, dari UPT  LLAJ Masalembu. Ujarnya.

Data ini bagi kita sangat penting, terutama data masalah Perhubungan, kami  informasikan bahwa dinas perhubungan jawa timur termasuk dalam tim TPID  (tim pengendali Inflasi Daerah). Oleh karena itu dengan adanya tim TPID ini dinas perhubungan diharapkan adanya kontribusi data terutama data produksi  yang valid dari masing masing satker maupun dari masing masing layanan. Data tersebut tidak lagi membedakan mana kewenangan perhubungan kabupaten kota, mana kewenangan provinsi, maupun mana kewenangan  kementerian perhubungan. Tim TPID menghendaki itu adalah data semua sumber, baik yang dari kementerian perhubungan,  satker satker dari kementerian perhubungan maupun dari kabupaten kota. Persoalan yang kita hadapi sekarang adalah setelah jembatan timbang itu tutup. Sehingga kita tidak bisa meng cover jumlah komoditi yang keluar masuk  provinsi jatim. Itu yang jadi persoalan bagi kita, mudah mudahan kedepan, tidak terlalu lama kami berharap dari kementerian perhubungan  bisa  mengak tifkan jembatan timbang lagi. Minimal dalam waktu dekat ini bisa diaktifkan jembatan timbang yang berada di perbatasan. Seperti di Kijang, Mantingan, watu dodol serta karomani. Karena disitulah nanti tempat pendataan kami keluar masuk penghitungan inflasi daerah di jatim.

Arifin Imanagi menambahkan, Tahun 2018 kominfo akan jadi pusat sentralisasi data di jatim, sehingga data yang di kominfo bisa di akses oleh siapa saja, baik dari satker  kita, baik di satker provinsi, kabupaten kota, sehingga  data data dari dishub bisa di akses  oleh  teman teman di dinas perindustrian dan lain sebagainya. Tuturnya. (Nwi).

Komentar anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *